Google Investasi $1 Miliar di Thailand, Indonesia Tertinggal Lagi?

Jakarta, GPriority.co.id – Investasi asing berperan penting dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dilaporkan jika baru-baru ini salah satu perusahaan teknologi raksasa Google investasi $1 miliar di Thailand atau setara dengan Rp15,21 triliun.

Investasi tersebut diketahui untuk membangun infrastruktur digital, tepatnya di Chonburi dan Bangkok.

Namun sayangnya, perhatian para investor asing belum tertuju ke Indonesia.

Beberapa perusahaan besar asing, bahkan lebih memilih untuk melakukan investasi di negara tetangga, dibandingkan dengan di Tanah Air.

Sebelumnya, Google juga investasi di Malaysia sebesar $2 miliar atau setara dengan Rp30,43 triliun, untuk membangun pusat data pertama di sana.

Bahkan investasi tersebut merupakan investasi terbesar Google selama 13 tahun beroperasi di Malaysia.

Selain Google, sebenarnya Microsoft juga berinvestasi di Indonesia sebesar $1,7 miliar (Rp25,87 triliun) pada Mei 2024 lalu.

Namun jumlah tersebut jika dibandingkan nilai investasi Microsoft di negara Asia lainnya seperti Malaysia dengan investasi sebesar $2,2 miliar (33,47 triliun) dan Jepang sebesar $2,9 miliar (44,13 triliun).

Microsoft juga melakukan investasi di Thailand, namun tidak diketahui pasti jumlahnya.

Lalu mengapa nilai investasi perusahaan asing di Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan negara tetangganya?

Ternyata alasan utamanya yaitu karena Indonesia dinilai kurang menarik di mata para investor asing, karena belum ramah investor.

Melalui survei yang dilansir dari World Bank Tahun 2020, Indonesia menjadi negara yang paling restriktif dalam konteks penanaman modal asing (FDI).

Survei tersebut juga mengungkap bahwa masalah utama dari terhambatnya aliran FDI ke Indonesia, yaitu karena perolehan izin.

Sementara, beberapa faktor lain yang menjadi penghambat masuknya investor asing ke Indonesia, antara lain seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas makro, faktor nilai tukar, masalah korupsi, harga sumber daya, bahan baku, dan teknologi, ketenagakerjaan, serta infrastruktur yang belum berkembang di beberapa daerah Indonesia.

Sebenarnya ada beberapa perusahaan asing lainnya yang berencana investasi di Indonesia. Hanya saja tidak ada kabar lanjutan lagi perihal tersebut.

Perusahaan asing tersebut diantaranya BASF, Eramet, Tesla, Foxconn, dan SoftBank.

Foto : Ilustrasi / thairath