Maluku Utara, GPriority.co.id – Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos, mengimbau masyarakat Maluku Utara untuk tetap waspada pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Malut dan Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (2/4).
Imbauan tersebut disampaikan karena sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami akibat gempa tersebut. Namun, peringatan dini itu kini telah resmi berakhir.
“BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dan saat ini status tersebut telah dinyatakan berakhir. Artinya, kondisi sudah lebih aman. Namun, kita tetap perlu waspada,” kata Sherly dalam unggahan di akun Instagramnya, dikutip Jumat (3/4).
Meski demikian, Sherly meminta masyarakat tetap tenang serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan.
“Pesan untuk masyarakat dan saudara-saudara untuk tetap tenang, ikuti arahan petugas dan pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang resmi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sherly memaparkan kondisi terkini di Maluku Utara berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pukul 13.00 WIT, Kamis (2/4). Di Kota Ternate, khususnya Kecamatan Batang Dua, tercatat lima rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, serta sejumlah rumah ibadah mengalami kerusakan dari ringan hingga berat.
Sementara itu, di wilayah lain yang terdampak seperti Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan, terdapat belasan rumah yang mengalami kerusakan ringan. Beberapa rumah ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
“Pendataan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan. Kami mengapresiasi seluruh unsur pemerintah, BMKG, BPBD, TNI, Polri hingga organisasi masyarakat sipil serta perorangan yang sudah peduli,” ucapnya.
Menurut Sherly, sejak awal kejadian informasi resmi telah disebarluaskan dengan baik. Selain itu, tim di lapangan juga bergerak cepat, termasuk melakukan evakuasi mandiri serta memastikan masyarakat menerima informasi yang benar.
“Fokus kami adalah untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejumlah bantuan juga telah dikirim ke Kecamatan Batang Dua, berupa kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, serta dukungan logistik untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi dan kebutuhan hariannya terpenuhi.
“Distribusi akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” pungkas Sherly.
