Minum Matcha Berlebihan Sebabkan Rambut Rontok, Begini Penjelasannya

Minum Matcha Berlebihan Sebabkan Rambut Rontok, Begini Penjelasannya/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Minum Matcha Berlebihan Sebabkan Rambut Rontok, Begini Penjelasannya/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, media sosial dibanjiri dengan bahaya dari minum matcha berlebihan. Dilansir dari laporan NY Post pada Senin (10/11), para penggemar matcha mengatakan mengalami kerontokan rambut setelah minum matcha secara teratur.

Minuman matcha sendiri memang saat ini terkenal di kalangan Gen Z karena disebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, benarkah keseringan minum matcha juga bisa berdampak buruk bagi tubuh?

Matcha sendiri merupakan minuman teh hijau segar yang terbuat dari daun teh dan ditanam khusus. Setelah ditumbuk halus dan menjadi bubuk, lalu diaduk dengan air panas. Hasilnya ialah minuman berbusa dengan warna hijau cerah.

Matcha ternyata telah menjadi minuman pokok di Jepang dalam beberapa tahun terakhir, terlebih setelah popularitasnya meledak di seluruh dunia Barat. Minuman ini sangat populer di kalangan influencer kesehatan yang menyebutnya sebagai alternatif kopi yang lebih sehat.

Namun, dengan banyaknya laporan yang menyebut matcha punya andil dalam kerontokan rambut, menimbulkan pandangan lain terhadap klaim manfaatnya.

Menurut Stephanie Schiff, seorang ahli gizi bersertifikat di Rumah Sakit Northwell Huntington menyebut jika kerontokan dipicu oleh kandungan tanin pada minuman matcha.

“Jika anda menyadari rambut anda rontok setelah meningkatkan asupan matcha, mungkin masalahnya bukan pada tehnya, melainkan pada tanin di dalamnya,” tekan Schiff.

Tanin merupakan senyawa berbasis tanaman yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini dapat mengikat zat besi hingga membuat tubuh sulit menyerap nutrisi penting, yaitu nutrisi yang tidak dapat diproduksi sendiri dan harus diperoleh dari makanan atau suplemen.

“Saat tubuh kekurangan zat besi, maka dapat menyebabkan rambut rontok,” ujar Schiff.

Di samping itu, kandungan kafein juga menjadi penyebab lainnya. Dibandingkan teh hijau pada umumnya, matcha mengadung lebih banyak stimulan. Dalam sajian 1-2 gram saja mengadnung 8- miligram stimulan.

“Asupan kafein yang sangat besar dapat meningkatkan hormon stres. Meski pada beberapa orang dapat memicu penurunan berat badan,” ujar Amy Shapiro, ahli diet dan ahli gizi terdaftar.

Shapiro menyebut, satu-dua gelas matcha per hari masih aman untuk dikonsumsi. Namun bagi mereka yang memiliki kadar zat besi rendah atau anemia, disarankan untuk menguranginya. Bahkan bagi orang-orang yang rutin mengonsumsi suplemen ekstrak teh hijau pun lebih besar kemungkinannya untuk mengalami kerontokan rambut.

“Jika Anda merasa kadar zat besi Anda rendah, jangan minum matcha sebelum, sesaat, setelah, atau saat mengonsumsi sumber nabati yang mengandung zat besi tinggi, seperti bayam, kacang putih, atau tahu,” kata Schiff.