Harumkan Bangsa Indonesia, Berikut Profil Jessy Silana Wongsodiharjo

Selain Bulutangkis, nama Indonesia kembali diharumkan oleh anak bangsa bernama Jessy Silana Wongsodiharjo.

Putri Pariwisata Indonesia 2020 ini berhasil mengalahkan 43 kontestan lainnya dari berbagai negara dengan gagasan cemerlangnya dalam menyampaikan strategi promosi pariwisata Indonesia. Berkat gagasannya yang cemerlang, Jessy Silana Wongsodiharjo terpilih sebagai pemenang Miss Tourism International 2021/22. Berikut profil singkat Jessy Silana Wongsodiharjo.

Jessica Wongsodiharjo atau lebih dikenal dengan nama panggung Jessy Silana Wongsodiharjo merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasutri (pasangan suami isttri) Chandra Wongsodiharjo dengan Ang Yantie.

Sejak dilahirkan sampai sekarang, Jessica Wongsodiharjo tinggal di Taman Permata Buana.  Dan menjadi umat lingkungan Petrus 5 sejak kelas 5 SD.

Jessy begitu ia biasa disapa mengenyam pendidikan dasar di TK dan SD Notre Dame. Kelas 1 SD (2002) Jessy sudah menjadi juara umum dalam lomba lukis Piala Presiden. “Pengalaman bertemu Jusuf Kalla, yang saat itu menjabat sebagai Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia dan dengan pejabat pemerintahan lainnya menambah rasa percaya diri saya. Dan membuat saya bertambah semangat untuk dapat menjadi juara di tingkat nasional dan internasional,” kata kakak dari Levina Wongsodiharjo itu.

Kelas 3 SD menjadi juara lukis tingkat Nasional. Dan secara internasional, Jessy berhasil menggondol juara tiga dalam lomba ‘Toyota Dream Car International Drawing Competition’. Dengan tema mobil ramah lingkungan untuk tujuan kemanusiaan. Jessy menuangkan ide mobil ambulance terbang, sehingga dapat dengan cepat mengevakuasi pasien. Dan mobil itu dapat menghasilkan gas pembuangan berupa Oksigen (O2). Levina yang juga berpartisipasi, menjadi juara dua. “Kami berdua memenangkan empat tiket ke Jepang sehingga dapat mengajak mami papi untuk menghadiri penyerahan piala di Jepang. Kami juga berkesempatan melihat  pabrik mobil Toyota terbesar di Nagoya. Sungguh suatu kebanggaan tersendiri,”lanjut mahasiswi S2 jurusan International Business Development.

Selain banyak mengikuti lomba lukis, Jessy juga menjadi juara satu Lomba Kreatifitas dengan membuat ondel-ondel dari coklat Cha-Cha. Dan juara satu juga untuk Lomba Faber Castle dengan membuat duddle. Total piala yang berhasil ia kumpulkan lebih dari 500.  Melanjutkan pendidikan tingkat SMP di IPeKa Puri Indah dan SMA di SMAK 4 Penabur di Sunrise Garden. Pengalaman berpindah sekolah membuatnya punya lebih banyak teman dan pengalaman.

Saat kelas SMP 1 Jessy mulai mendapat tawaran iklan. Iklan pertamanya adalah minuman Fruitamin. Ia mengantongi honor yang cukup besar bagi anak seusianya.  Sebagai model iklan, sudah lebih dari 20 pruduk yang ia bintangi melalui media TV, majalah, tabloit maupun billboard dan car advertising. Contoh iklan TV: Oops Hotsa, Samsung Galaxy Chat, XL, Pixy, Lapasta, Vitacimin, Freshcare. Untuk iklan billboard dan company profile: Carsome, Oops Hotsa, Aeon Mall, Ciputra Mall, Mitsubishi. Iklan XX1: Carsome dan XL.  Selain iklan, Jessy juga terlibat dalam sinetron, reality show dan host Trans TV, menjadi bintang tamu di radio Smart FM dan girlband.


Ketika Jessy kelas SMP 2, melalui akun FB seorang photographer menghubungi dirinya untuk dapat menjadi foto model untuk foto konsep. Untuk menunjang kegiatan itu, Jessy masuk sekolah modelling selama enam bulan. “Sebenarnya saya anak tomboy. Dari kecil tidak suka sisiran atau berdandan rapih. Disini saya banyak belajar mengenai make-up, dress-up, table manner, pose dan catwalk,” sambungnya.

Lanjut tahun 2012 Jessy ikut lomba Starteen, sebuah pemilihan modal remaja diselenggarakan oleh Majalah HighEnd Teen dan keluar sebagai Runner Up. Namun kegiatan rutin Jessy sebagai foto model konsep tetap dijalani dengan semangat.

Setelah lulus SMA, Jessy memilih jurusan Hubungan Internasial di LSPR. Dan berhasil lulus dengan cumlaude tahun 2018. Tertantang untuk mengikuti MUN, Model United Nations. Dimana ia berperan sebagai diplomat suatu negara dan berdiskusi tentang issue tertentu yang terjadi saat itu. “Saya menjuarai beberapa lomba MUN dan mendapat kesempatan kerja magang di Kedutaan Besar RI Bangkok, setelah saya menang lomba essay sebagai syaratnya,” sambung Jessy mengenang keseruannya kerja magang.

Jessy juga ikut lomba PNMHII (Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasioanal se-Indonesia). Memenangkan “Best Delegate” terkait dengan kemampuan konsolidasi dan negosiasi diantara delegasi. Merupakan kebanggaan bagi LSPR karena pertama kali mengantongi gelar ini. JSF (Join Statement Forum) dimana berdiskusi untuk memajukan Hubungan Internasional.  Dengan sidang beberapa tahapan. Lawan debat dari mahasiswa UI, Unpar, Undip, Binus dan universitas lainnya dari seluruh Indonesia. Jessy sebagai perwakilan dari kelasnya. Disini Jessy banyak mendapat ilmu politik.

Dengan pelbagai kesibukannya, Jessy selalu mendapat “The Best Student with Excellent Achievement” selama masa kuliahnya. Saat ini ia melanjutkan progam pendidikan S2 juga di LSPR. Selain kuliah, Jessy juga merupakan seorang enterpreneur, sehingga ia berkuliah di kelas profesional. Sambil menyelesaikan thesis, ia berkantor di Jakarta Pusat.

Berkat Kasih Sayang Orang Tua

Semua prestasi yang diraihnya tidak akan terjadi tanpa turut campur kedua orang tuanya.  Segala kegiatan yang diikuti Jessy atas persetujuan mami. “Saat ini mami merangkap sebagai Manager saya. Mulai dari menyiapkan baju, jadwal dan sebagai reminder. Sebagai Manager, mami juga bertindak sebagai akuntan pribadi. Semua hasil honor di transfer ke rekening mami.” ujar gadis yang tidak suka jajan itu.

“Segala bekal makan minum selalu disiapkan mami. Mami rela bangun pukul 04.00 demi memasakan bekal kami.  Tak hanya itu mami juga bertindak sebagai sopir pribadi, ia akan mengantar kami baik ke sekolah maupun ke tempat-tempat kegiatan lainnya. Bila kegiatan jatuh hari Sabtu atau Minggu, papi juga ikut mengantar kami. Terkadang dalam satu hari saya dapat mengikuti tiga lomba. Namun saya tidak merasa di paksa karena sejak kecil saya senang untuk tampil di panggung,” imbuhnya lagi.

Untuk membalas budi orang tua, Jessy berprinsip untuk selalu menghormati kedua orang tuanya. “Turuti nasehat orang tua, agar apa yang sudah dikorbankan mereka tidak menjadi sia-sia. Cintai orang tua bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan. Dengan memberi yang terbaik bagi pengorbanan dan cinta mereka,” tutur gadis mandiri yang sudah sejak umur 20 tahun mandiri secara keuangan.

Honor yang didapat dipakainya untuk menimba ilmu: modelling, belajar 10 bahasa di ILC. Bahasa yang dipelajari Inggris, Korea, Perancis, Jermam, Spanyol, Jepang, Mandarin, Filipina. Sampai sekarang les mandarin tetap diikuti. Sudah tahap ujian HSK 3 (di Jakarta sampai HSK 6). Aktif berbahasa Indonesia, Inggris, Mandarin dan Korea.

Setelah meraih banyak impian, Jessy mempunyai resolusi di tahun 2019 untuk lebih dapat bertumbuh secara rohani. Karenanya ia mulai mengikuti beberapa kegiatan gereja seperti KEP, Model bagi majalah MeRasul, karena Wilayah Petrus sebagai Panitia Paskah 2019, Jessy juga terlibat aktif di Tablo dan kepanitiaan. Dan shooting untuk Komsos KAJ dalam sosialisasi Pemilu.  “Saya ingin mengembalikan berkat yang sudah Tuhan berikan kepada saya untuk Tuhan dan sesama,” tutup Jessy.(Hs.Foto.dok.pribadi) 

 

 

 




Related posts