Jakarta, GPriority.co.id – Mengonsumsi camilan atau mengemil merupakan salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia, bahkan di berbagai belahan dunia. Namun, konsumsi camilan sehat masih kerap luput dari perhatian, padahal hal ini penting, terutama bagi orang dewasa.
Dokter gizi dari RSPI Sulianti Saroso, Nita, menyarankan agar masyarakat memilih camilan sehat seperti buah-buahan, kacang rebus, ubi, dan jagung. Selain itu, yogurt juga dapat menjadi pilihan camilan sehat.
Meski demikian, Dokter Nita menekankan pentingnya memilih yogurt tanpa kandungan gula tambahan. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu membaca komposisi pada kemasan sebelum mengonsumsinya.
“Jangan lupa dibaca komposisi yogurtnya yang di belakang. Jadi komposisi titik dua, yang disebutkan pertama kali, ini biasanya adalah komposisi yang paling banyak. Kalau komposisi pertama disebut gula, jangan. Cari yogurt 90 persen ke atas, itu ada, boleh dicari,” kata Dokter Nita dalam diskusi bertajuk Orang Dewasa, Pola Maka Jangan Asal, disiarkan di instagram Kemenkes RI, Senin (2/2).
Namun demikian, ia mengingatkan agar camilan tidak menggantikan makanan utama yang dibutuhkan manusia, yaitu tiga kali sehari.
“Tapi ingat ya, cemilan ini kan jangan sampai menggantikan yang makan utamanya. Jadi memang jangan kenyang dengan cemilan, nanti makan utamanya skip. Jadi tetap utamakan, makan utama. Sarapan, makan siang, makan malam. Di antaranya itu, boleh ada cemilan,” jelasnya.
Karena itu, Dokter Nita menyarankan agar camilan dikonsumsi dengan porsi yang wajar agar tidak menimbulkan rasa kenyang berlebihan.
“Sarannya tadi, pilih cemilan-cemilan yang baik. Dan porsinya juga jangan heboh. Jangan terlalu kenyang, sampai untuk makan utama ini, kita sudah tidak bisa lagi,” pungkas Dokter Nita.
