Influenza Paling Sering Terkena Oleh Kelompok Usia Lanjut, Bagaimana dengan Anak Muda?

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Aflaha Rizal Bahtiar

Jakarta, GPriority.co.id— Pada tahun 2011, diperkirakan terdapat empat juta kasus flu di Indonesia setiap tahunnya, yang mengakbatkan hampir 200 ribu rawat inap terkait flu.

Tidak hanya itu, penyandang diabetes lebih rentan terhadap infeksi, seperti influenza daripada populasi non-diabetes. Hal itu disebabkan karena faktor yang menurunkan kekebalan tubuh.

Influenza juga mudah menular sebab bisa menyebar melalui droplet dan aerosol, terlebih lagi di tempat ramai.

Menurut Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, kasus influenza pada orang usia lanjut lebih rentan mengalaminya.

“Yang berbahaya adalah usia lanjut dan mereka yang punya penyakit kronik,” ungkapnya saat ditemui oleh Gpriority di Gedung Cimandiri One, Kamis (24/8) dalam acara Konferensi Pers Konsensus Pedoman Vaksinasi Influenza Pada Pasien Diabetes, kemarin.

Lalu, bagaimana dengan kasus influenza pada anak muda? Dr. Samsuridjal mengatakan bagi kelompok anak muda kekebalan tubuh masih bagus.

“Hanya saja akan mengalami menderita demam yang tinggi, pegal-pegal, dan hidung meler. Itu biasanya tiga hari,” ucap dr. Samsuridjal yang juga merupakan Wakil Ketua Indonesia Influenza Foundation dan Penasihat Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI.

“Kalau mengalami seperti itu, jangan paksakan diri pergi ke kantor. Karena survei di tenaga kesehatan kita, 70 persen batuk pilek masih kerja. Tapi ingat, kalau bekerjanya di ruang rumah sakit dan merawat pasien kanker anak yang dapat kemoterapi di sana, kalau kena influenza itu bisa bahaya buat anak,” ungkapnya lebih lanjut.