Ini Dia 7 Kunci Kesehatan Pencernaan Dari Pakar Kesehatan Usus

Ini Dia 7 Kunci Kesehatan Pencernaan Dari Pakar Kesehatan Usus/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Ini Dia 7 Kunci Kesehatan Pencernaan Dari Pakar Kesehatan Usus/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Memilih gaya hidup yang sehat menjadi dasar untuk menjaga kesehatan pencernaan dalam sehari-hari. Di Amerika Serikat (AS), sebanyak 40 warga mengakui aktivitasnya harus terhambat akibat merasakan gangguan pada kesehatan pencernaan.

Di sisi lain, penelitian menyebut penyakit Parkinson dapat bermula dari kesehatan pencernaan. Bahkan para ahli onkologi melaporkan terjadinya peningkatan kasus kanker usus besar di kalangan remaja AS akibat faktor gaya hidup yang kurang baik seperti kurang olahraga, pola makan sembarangan, hingga konsumsi gula berlebih.

Begitupun dengan studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Clarkson New York pada bulan Maret 2022 lalu. Para peneliti menemukan adanya kemungkinan hubungan antara kesehatan pencernaan dengan kepribadian seseorang.

Berikut ini 7 kunci kesehatan dari pakar kesehatan usus, sebagaimana dilansir dari laporan NY Post pada Jumat (31/10).

1. Menjaga pola makan sehat

Para ahli sepakat bahwa menjaga pola makan sehat adalah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan usus. Mengonsumsi makanan seimbang serta kaya nutrisi dapat membantu flora bakteri baik berkembang biak dalam usus.

“Usus mengandung miliaran bakteri. Ada bakteri baik dan ada bakteri yang kurang baik, dan memastikan kita memiliki jenis bakteri baik yang tepat untuk meningkatkan kesehatan usus sangatlah penting,” ujar Dr. Harpreet Pall, seorang ahli gastroenterologi anak dan ketua departemen pediatri di Hackensack Meridian School of Medicine baru-baru ini kepada majalah Time.

Para ahli menyarankan pola makan yang berfokus pada buah-buahan, sayur-sayuran, serat, dan biji-bijian utuh sambil membatasi konsumsi makanan ultra-olahan (UPF) dan daging merah.

2. Terus bergerak

Menurut para ahli, semakin banyak bergerak, akan semakin mempengaruhi kualitas buang air besar (BAB). Sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa hanya 10 menit bergerak dapat membantu meredakan kembung. Penelitian terkini menunjukkan bahwa gerakan ringan, seperti berjalan, dapat memicu refleks saraf  yang membantu mendorong makanan dan kandungan gas melalui usus.

“Saat Anda bergerak, saluran pencernaan Anda juga ikut bergerak. Hal ini membantu memicu motilitas usus, atau pergerakan usus Anda, yang penting untuk mencerna makanan dengan baik,” ujar Dr. Lisa Ganjhu, seorang ahli gastroenterologi di NYU Langone.

3. Perhatikan kualitas tinja

Memperhatikan kualitas tinja juga penting untuk mengetahui kesehatan pencernaan anda. Tinja yang encer perlu menjadi perhatian. Meskipun fluktuasi dalam tekstur dan frekuensi buang air besar adalah normal, namun jika anda menemukan darah dalam tinja serta mengalami diare yang berlangsung selama berhari-hari, hingga menyebabkan penurunan berat badan, hal tersebut bisa menjadi indikator berbagai penyakit pencernaan termasuk penyakit celiac dan penyakit radang usus.

4. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Delapan gelas air dalam sehari menjadi standar untuk hidrasi. Meskipun kebutuhan hidrasi dapat bervariasi berdasarkan ukuran tubuh, metabolisme, pola makan, cuaca, dan tingkat aktivitas, Dr. Rachel Schiesser, seorang ahli gastroenterologi di Rumah Sakit Houston Methodist, menekankan pentingnya meminum air dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan usus.

“Sistem tubuh kita sebagian besar terbuat dari air, dan tanpa air yang cukup, pencernaan kita tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

5. Kurangi konsumsi pemanis buatan

Laporan The Post menyebut, pemanis buatan yang umum seperti  aspartam, sukralosa, sakarin, neotam, advantam, dan asesulfam kalium-k, dapat menjadi racun bagi bakteri usus.

Pemanis buatan juga dikaitkan dengan  penambahan berat badan, mengurangi peluang untuk hamil selama IVF, melipatgandakan risiko stroke dan demensia yang mematikan, serta  meningkatkan risiko terkena diabetes. Para ahli mengatakan jika Anda membutuhkan rasa manis, pilihlah yang alami seperti agave, madu, atau sirup maple.

6. Jauhi minuman keras

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menghambat produksi enzim pencernaan, sehingga tubuh Anda lebih sulit memecah, mencerna, dan menyerap makanan. Penghambatan ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam bioma usus dan dapat menyebabkan gas dan kembung.

Dalam hal kesehatan secara keseluruhan, termasuk bioma usus, banyak penelitian menunjukkan tidak ada jumlah alkohol yang aman.

7. Batasi penggunaan NSAID

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan natrium naproxen dapat memicu peradangan pada lambung dan saluran usus jika dikonsumsi secara berlebihan. Sekitar 15 persen orang dewasa yang mengonsumsi ibuprofen (Motrin, Advil) atau NSAID lain seperti aspirin, naproxen (Aleve), celecoxib (Celebrex), meloxicam (Mobic) dan diklofenak (Voltaren) melebihi dosis harian maksimum yang direkomendasikan untuk obat-obatan ini.

“Semakin sering dikonsumsi, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami efek samping gastrointestinal,” ujar Dr. Benjamin Lebwohl, seorang ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran dan epidemiologi di Columbia University Irving Medical Center, kepada Time.