Islam Menjawab Bolehkah Menikah Dengan Sepupu

Jakarta, GPriority.co.id – Hukum menikahi saudara sepupu dalam Islam masih banyak dipertanyakan oleh masyarakat. Tidak jarang hubungan asmara diantara pasangan sepupu yang hendak menikah harus kandas karena terhalang restu orang tua. Bagi orang tua yang melarang yakin hubungan tersebut termasuk hubungan yang diharamkan dalam Islam karena masih memiliki hubungan darah dari kakek.

Ustadz Adi Hidayat seorang pendakwah Indonesia menjelaskan mengenai hukum menikahi sepupu. Ia juga menyebutkan kriteria-kriteria pasangan yang termasuk mahram. 

Al –Quran telah menyebutkan siapa-siapa saja yang boleh dan tidak boleh dinikahi oleh muslim yang beriman. Merujuk pada Al-Quran Surah An-Nisa ayat 22, 23, dan 24 dan Al Ahzab ayat 50, Ustadz Adi Hidayat menyebutkan hubungan-hubungan saudara yang diharamkan untuk dinikahi.

1.Ibu-ibumu
2.Anak-anakmu yang perempuan
3.Saudara-saudaramu yang perempuan
4.Saudara-saudara ayahmu yang perempuan
5.Saudara-saudara ibumu yang perempuan
6.Anak-anak perempuan dari saudara-saudara laki-laki
7.Anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan
8.Ibu-ibu yang telah menyusui
9.Saudara perempuan sepersusuan
10.Ibu-ibu isterimu (mertua)
11.Anak tiri yang dalam perawatanmu dan istri yang telah dicampuri
12.Istri-istri anak kandungmu (menantu)
13.Menikahi dua perempuan bersaudara sekaligus dalam satu waktu.
14. Perempuan yang telah bersuami.

Dari 14 golongan mahram tersebut tidak disebutkan hubungan sepupu sebagai salah satu yang dilarang. Dengan demikian hukum menikahi saudara sepupu adalah boleh, seperti disebutkan dalam penggalan Surah Al-Ahzab ayat 50 berikut, yang artinya:

“Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.”

Sepupu sendiri adalah hubungan dua orang saudara yang masing-masing memiliki anak, anak-anak mereka saling memanggil satu sama lain dengan sebutan kakak atau adik sepupu. Merujuk pada kalimat “dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu”, mengindikasikan hubungan dengan anak paman yang berarti sepupu. Dimana jika menyambung pada kalimat-kalimat sebelumnya, disebutkan hukum menikahi sepupu adalah “dihalalkan”.

Meski demikian, menikahi sepupu bisa menjadi haram apabila kemudian diketahui bahwa keduanya pernah menyusui dari asi yang sama. Yang demikian itu menjadikan keduanya saudara sepersusuan sehingga haram bagi mereka untuk menikah. Namun, selama tidak ada faktor-faktor lain yang tidak mengharamkan, maka menikahi sepupu diperbolehkan. (Vn)

Related posts