Jokowi : Perjuangan dan Kerja Keras Pengusaha Muda Indonesia Akan menjadi Energi Besar Bagi kemajuan Negara

Presiden Joko Widodo membuka peresmian Rakernas XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Kepresidenan Bogor, Jum’at (05/03/2021).

Kegiatan tersebut diselenggatakan secara virtual, dan dihadiri oleh pengurus HIPMI dari 34 provinsi.

Disampaikan presiden, sejumlah kader Hipmi ikut membantunya dalam kabinet pemerintahan saat ini, di antaranya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Jokowi mengatakan tantangan yang dihadapi oleh pengusaha dan dunia usaha setahun terakhir selama pandemi ini tidaklah mudah. Namun Ia percaya bahwa kader HIPMI tak mudah menyerah.

“Saya yakin kader HIPMI tidak mudah menyerah dan tak gampang patah semangat. Pengusaha muda HIPMI pasti bisa membalik sebuah tantangan menjadi sebuah peluang. Membalikkan bencana ini menjadi sebuah kebangkitan ekonomi kita,” katanya.

Menurut Jokowi adanya kompetisi yang ketat, revolusi industri 4.0, dan pandemi yang mengubah banyak hal, membuat para pengusaha muda lebih diuntungkan. Hal tersebut dikarenakan kemampuan mereka yang dapat langsung berpindah ke jenis usaha baru atau model bisnis baru.

“Perjuangan dan kerja keras para pengusaha muda HIPMI akan menjadi energi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju,” ujarnya.

Adapun target penerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 yaitu berada dikisaran 4,5 sampai 5,5 persen. Dalam artian selama setahun pemerintah harus mampu membalikkan kondisi dari minus 2,19 persen menjadi plus 5 persen, atau lebih.

“Itulah sebabnya, saya begitu sering menghubungi Pak Bahlil Lahadalia, Kepala BKPN. Tiap hari saya menelponnya, dengan pertanyaan: berapa persen bisa realisasi tahun ini? Berapa triliun bisa naik? Siapa yang masuk? Sudah sampai mana? Targetnya tercapai enggak? Begitu setiap hari,” tutur Jokowi.

Hal tersebut dilakukan karena kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi ada di investasi yang akan membuka lapangan kerja, dan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada Kepala BKPM agar bisa menyambungkan para investor, baik asing maupun dalam negeri, dengan para pengusaha di daerah.

“Saya selalu menyampaikan kepada seluruh jajaran kementerian, lembaga, dan BUMN untuk memberi ruang lebih bagi produk-produk dalam negeri, memperbesar tingkat komponen dalam negeri, di semua proyek-proyek pemerintah,” katanya.

Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia harus mampu memanfaatkan secara optimal pasar dalam negeri dan daya beli yang sangat besar untuk mendongkrak ekonomi nasional.

Kendati demikian, pemberian ruang yang lebih besar bagi produk-produk dalam negeri harus disertai dengan peningkatan kualitas produk dan harga yang kompetitif, sehingga dapat bersaing dengan produk-produk serupa dari mancanegara.(Dwi)

Related posts