Jakarta, GPriority.co.id – Berkat perjuangan pahlawan wanita R.A. Kartini, kaum wanita semakin maju dan bahkan memiliki daya saing yang tak bisa diremehkan begitu saja. Dewasa ini, salah satu hasil perjuangan Kartini yaitu dengan meningkatnya kapasitas wanita di kursi parlemen dan dunia politik.
Salah satu kartini Indonesia yang berjuang di kursi parlemen, yaitu Agustina Hermanto, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta. Wanita yang populer dengan nama panggung Tina Toon ini, merasa bahwa masuk dunia parlemen Indonesia merupakan bagian dari perjuangan.
Demi ‘menduduki kursi’ parlemen, ia berjuang keras untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Ia juga mengaku berjuang untuk membuka pikiran wanita agar dapat terlibat dalam dunia politik Indonesia.
“Kita apa-apa tuh harus berjuang, aku sering diundang menjadi narsum, kita juga bergerak dibeberapa organisasi. Aku di Komisi A di DPRD DKI Jakarta, mitranya itu Kesbangpol untuk politik pendidikan dan lain-lain,” ungkap Tina, dilansir dari laman resmi RRI.
Dalam upaya ini, Tina mengaku usahanya terlibang sulit dan perlu menghadapi beberapa rintangan besar. Kaum wanita harus dirangkul, diberi pendidikan, agar tidak anti terhadap dunia politik.
Selain Tina Toon, diketahui bahwa kartini juga banyak yang menjabat kursi menteri pada Kabinet Indonesia Maju. Mereka juga memiliki bidang pekerjaan yang beragam. Diantaranya, mulai dari mengurus bidang kehutanan, hubungan luar negeri, sosial, keuangan, hingga ketenaga kerjaan.
Setidaknya, terdapat 6 kartini hebat yang berhasil memimpin dan masuk jajaran Kabinet Indonesia Maju (Presiden Jokowi). Mereka adalah :
1. Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)
2. Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri
3. Sri Mulyani, Menteri Keuangan
4. I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
5. Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan
6. Tri Rismaharini, Menteri Sosial
Tentu tak hanya menjabat, para kartini yang duduk di kursi Menteri Indonesia ini juga ikut berperan dalam membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Mereka juga melawan stigma bahwa perempuan harus dipimpin bukan memimpin. Yang tak kalah penting, mereka mempertahankan Indonesia untuk tidak kembali dalam masa kegelapan.
Foto : Akurat.co
