Jakarta, GPriority.co.id – Kebiasaan menggulir atau scrolling media sosial (medsos) tanpa henti ternyata bukan sekadar masalah sepele.
Terbaru, para ilmuwan mengungkap bahwa fitur-fitur digital yang dirancang untuk membuat pengguna terus bertahan di aplikasi dapat memengaruhi cara kerja otak. Mulai dari sistem penghargaan, hingga kemampuan fokus jangka panjang.
Dilansir dari laporan Scientific American, berbagai penelitian neurosains mengungkap bahwa setiap kali seseorang menggeser layar dan menemukan konten menarik, otak akan melepaskan dopamin, zat kimia yang berperan dalam motivasi dan rasa ingin tahu.
Efek ini mirip dengan mekanisme yang terjadi saat seseorang bermain mesin judi, di mana hasil yang tidak dapat diprediksi membuat pengguna terus mencoba lagi.
Fokus yang Semakin Menurun
Para peneliti menjelaskan bahwa yang membuat medsos begitu adiktif bukanlah karena konten tertentu, melainkan ketidakpastian mengenai apa yang akan muncul berikutnya.
Otak terus berharap menemukan sesuatu yang lebih menarik, lucu, atau menghibur, sehingga pengguna terdorong untuk terus menggulir layar.
Dampaknya, bukan hanya waktu yang terbuang. Penelitian menunjukkan bahwa perhatian manusia semakin pendek akibat kebiasaan berpindah fokus secara terus-menerus.
Data menunjukkan, dalam dua dekade terakhir, rata-rata durasi seseorang mempertahankan fokus pada satu tugas menurun drastis. Dari sekitar 2,5 menit menjadi hanya sekitar 40 hingga 47 detik.
Profesor psikologi dari University of Melbourne, Katherine Johnson, menjelaskan bahwa manusia sebenarnya tidak benar-benar mampu melakukan banyak tugas sekaligus.
“Jika kita diminta melakukan multitasking, yang sebenarnya terjadi adalah perpindahan cepat antar tugas, dan ada biaya kognitif setiap kali kita berpindah,” ujarnya.
Dalam dunia psikologi, fenomena ini dikenal sebagai attention residue atau kondisi ketika sebagian perhatian masih tertinggal pada informasi sebelumnya, sehingga mengurangi kemampuan otak untuk fokus pada tugas berikutnya.
Akibatnya, seseorang bisa merasa lelah secara mental meskipun hanya menghabiskan waktu untuk melihat layar ponsel.
Cara Melatih Fokus Kembali
Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa kemampuan fokus masih bisa dilatih kembali. Beberapa langkah yang disarankan antara lain mematikan notifikasi yang tidak penting, membatasi penggunaan media sosial pada waktu tertentu.
Selain itu, anda juga bisa meluangkan waktu untuk aktivitas yang membutuhkan konsentrasi mendalam seperti membaca buku, menulis, hingga berolahraga.
Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai dampak doomscrolling, para peneliti mengingatkan bahwa perhatian adalah sumber daya mental yang berharga.
Mengelola kebiasaan digital dengan lebih sadar dapat membantu menjaga kesehatan otak dan produktivitas di era serba media sosial saat ini.
