Jakarta, GPriority.co.id – Serangan drone besar-besaran yang dilancarkan Ukraina menghantam pelabuhan strategis Tuapse di Laut Hitam, Rusia, pada Senin (20/4).
Insiden ini dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang serta menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vi⁰tal.
Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah kebakaran akibat serangan sebelumnya berhasil dipadamkan.
Berdasarkan laporan TASS yang dikutip TRT World, fasilitas transportasi di pelabuhan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Pelabuhan Tuapse diketahui merupakan salah satu titik penting di wilayah selatan Rusia. Selain menjadi pusat ekspor produk minyak, pelabuhan ini juga menangani berbagai komoditas curah seperti batu bara dan pupuk. Kawasan tersebut juga menjadi lokasi kilang minyak besar yang dioperasikan oleh Rosneft.
Gubernur wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratiev, mengungkapkan bahwa serangan drone memicu kebakaran di area pelabuhan.
“Tuapse kembali menjadi sasaran serangan drone besar. Kebakaran terjadi di pelabuhan laut,” ujarnya melalui Telegram.
Ia menambahkan, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. Dampak serangan juga meluas hingga ke area permukiman, di mana puing-puing drone merusak sejumlah bangunan, termasuk taman kanak-kanak, sekolah dasar, gereja, serta kompleks apartemen.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah berhasil menghancurkan 112 drone Ukraina dalam satu malam, meskipun sebagian di antaranya tetap mencapai target.
Serangan ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Laut Hitam dan memperlihatkan intensitas konflik yang masih tinggi antara kedua negara.
