KSP Lakukan Kolaborasi Dengan Humas

Jakarta,Gpriority- ketika  berbicara tentang ideologi pancasila usai reformasi, banyak orang yang menjadi takut karena dicap sebagai orang yang tidak reformis.  Hal ini mengakibatkan kata waspada menjadi hilang. Akibatnya bangsa ini menjadi tidak waspada terhadap berbagai hal yang pada ujungnya berakibat pada eksistensi Indonesia.

” Hilangnya kewaspadaan inilah yang membuat sebagian dari kita menjadi was-was dengan munculnya ideologi baru yang memiliki kecenderungan dengan radikalisme,” ucap Kepala Staf Presiden Moeldoko saat membuka acara rakornas kehumasan dan hukum 2019.

Moeldoko menambahkan, dengan dalih demokrasi setiap orang bisa berbuat apapun dan mengarah ke anarkis.

Moeldoko juga menyoroti tentang revolusi jari. Revolusi jari bisa terjadi dikarenakan banyaknya berita yang dituntut dengan kecepatan 30 detik. Akibat adanya revolusi jari ini, orang menjadi masa bodoh Apakah berita itu benar atau tidak. Situasi ini harus diwaspadai karena berita-berita yang dilepaskan banyak yang tidak jelas dan kebenaran menjadi tidak penting lagi.

” Timbulnya berita yang tidak jelas ini tentu saja semakin memunculkan  rasa takut  terus menerus sehingga memunculkan ketidakpastian dan keragu-raguan. Jika terus dibiarkan, akan menimbulkan bahaya. Untuk itulah harus dicermati dengan baik, sehingga tidak menimbulkan keraguan dan ketidakpastian,”kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan yang membuat revolusi jari terjadi adalah semua orang bisa memberitakan apapun dan dilempar ke medsos. ” Kalau dulu berita dibuat wartawan,  sehingga beritanya menjadi seimbang,” Kata Moeldoko.

Akibat berita tidak berimbang menjadikan situasi kini menjadi panas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, moeldoko menyarankan untuk melakukan kroscek pembenaran berita tersebut.” Kita juga harus punya komitmen, karena kalau kita tidak berbuat apa-apa maka eksistensi negara akan semakin panas,” ucap Moeldoko.

KSP mengambil langkah nyata dengan melakukan kolaborasi dengan seluruh kementerian lembaga agar kehumasan bergerak yang terkoordinasi dengan baik. Untuk itu KSP melakukan rapat dengan para sekjen dan kehumasan di kementerian dan lembaga serta nasional.

Dengan adanya kolaborasi maka akan meninggalkan ego sektor,sehingga narasi akan terkoordinasi dengan baik sampai kepada masyarakat di Indonesia.

Terkait dengan infrastruktur sudah banyak kemajuan yang dicapai oleh pemerintahan Indonesia seperti pelabuhan, bandara,jalan tol, jembatan, jalan , pos perbatasan negara, satelit palapa ring, BTS dan lain sebagainya.

Mengenai perbatasan Indonesia patut berbangga karena pos lintas batas sudah bagus, infrastruktur jalan sudah bagus, kesehatan dan pendidikan juga bagus. Karena ini sesuai dengan nawacita Jokowi.

Tingkat kemiskinan juga menurun dengan melakukan skema kartu indonesia pintar, kartu indonesia sehat,program keluarga harapan dan lain sebagainya.(Hs.Foto:Hs)

Related posts