Libur Tahun Baru Imlek 2026, Ratusan Juta Orang Diprediksi Datang ke China

Gambaran perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di China/Foto : Dok. Getty Images Gambaran perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di China/Foto : Dok. Getty Images

China, GPriority.co.id – Pemerintah China memperkirakan ratusan juta orang akan datang ke negaranya pada momen libur tahun baru Imlek 2026.

Sebagaimana dilansir dari laporan The Guardian pada Selasa (17/2), diprediksi 9,5 miliar perjalanan akan terjadi di seluruh China selama periode Festival Musim Semi, dalam 40 hari. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu sebanyak 9 miliar.

Ratusan juta orang kemungkinan besar akan melintasi negara itu untuk melakukan perjalanan pulang dan merayakan libur tahun baru Imlek 2026 bersama keluarga mereka.

Kendati China bukan lagi negara terpadat di dunia, namun negara ini tetap menjadi tujuan migrasi massal terbesar di dunia.

Terlebih lagi, libur tahun baru Imlek 2026 akan berlangsung selama sembilan hari, berbeda dari biasanya yang hanya delapan hari. Sehingga, waktu tambahan ini memberi orang waktu istirahat lebih lama untuk memanfaatkan hongbao (angpao), amplop merah berisi uang tunai yang menjadi tradisi ketika Imlek tiba.

Sebagai informasi, periode liburan akan berlangsung dari tanggal 15-23 Februari, dengan Hari Tahun Baru China yang jatuh pada tanggal 17 Februari.

Memasuki Tahun Kuda Api, Apa Maknanya?

Tahun ini, China akan memasuki tahun kuda api, yang konon melambangkan optimisme dan peluang, setelah tahun ular (periode yang melambangkan transformasi yang mirip dengan kebiasaan reptil tersebut saat berganti kulit.

Selain itu, tahun kuda api menjadi simbol perpaduan kebebasan dinamis shio kuda dengan kekuatan membara elemen api.

Jika api melambangkan aktivitas dan gairah, maka kuda mewakili kemandirian dan tindakan, sebagaimana dilansir dari laman BBC.

Tahun kuda api dipercaya membawa energi, peluang baru, serta semangat untuk bergerak maju.