Aceh, GPriority.co.id – Pemadaman listrik di Aceh terjadi selama 3 hari. Akibatnya, warga Aceh pun harus hidup gelap gulita sejak Senin, 29 September pukul 16.23 WIB, hingga Kamis, 2 Oktober pukul 00.07 WIB, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Sabtu (4/10).
Akibat listrik pada 3 hari tersebut, warga Aceh pun dilaporkan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Salah seorang pengusaha depo air ulang merasa dirugikan karena usahanya tak dapat beroperasi selama hampir 3 hari.
Senada, pengusaha laundry di Aceh pun mengeluhkan hal serupa. Akibat pemadaman listrik, mereka tak bisa mencuci pakaian pelanggan hingga merugi Rp1 juta.
Keluhan juga dirasakan oleh warga lain yang mengaku stok makanannya di kulkas basi karena listrik yang padam. Peralatan elektronik mereka pun terancam rusak karena aliran listrik yang tak stabil. Akibatnya, mereka pun sampai menuntut kompensasi.
Mengacu pada Peraturan Menteri No. 2 Tahun 2025, konsumen berhak memperoleh kompensasi dengan detail sebagai berikut.
– Gangguan listrik hingga 2 jam, 50 persen dari biaya beban atau rekening minimum
– Gangguan listrik 2-4 jam, 75 persen dari biaya beban atau rekening minimum
– Gangguan listrik 4-8 jam, 100 persen dari biaya beban atau rekening minimum
– Gangguan listrik 8-16 jam, 200 persen dari biaya beban atau rekening minimum
– Gangguan listrik 16-40 jam, 300 persen dari biaya beban atau rekening minimum
– Gangguan lebih dari 40 jam, 500 persen dari biaya beban atau rekening minimum.
Merespon keluhan warga Aceh, Komisi III DPRD Aceh pun siap memanggil PLN untuk memberi penjelasan mendalam terkait penyebab padamnya listrik di wilayah Aceh selama 3 hari. Mereka juga meminta pihak PLN untuk membayar kompensasi kepada warga yang terdampak.
“Kita meminta kompensasi kepada PLN. Karena masyarakat telah dirugikan, baik itu alat elektronik rumah tangga, dan juga dari sisi bisnis,” kata Ketua Komisi III DPRA, Aisyah Ismail.
Menjawab hal tersebut, Lukman Hakim selaku Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh mengkonfirmasi jika listrik padam akibat adanya gangguan di sistem PLTU Nagan 3,2, dan 4.
Pihak PLN pun menyatakan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan tengah berupaya untuk menormalkan listrik serta melakukan evaluasi guna mencegah hal serupa terjadi kembali di kemudian hari.
“Sedang kita upayakan secepatnya. Kami memohon maaf kepada masyarakat Aceh atas gangguan listrik yang terjadi di beberapa wilayah,” ungkap Lukman.
