Long Covid, Apa Itu?

Apa sebenarnya orang terkena Long Covid? Berdasarkan pengalaman, penyebabnya bisa banyak faktor. Terutama orang yang terkena serangan Covid-19 memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti asma, jantung, diabetes, dan lain sebagainya.

Pengalaman saya terinveksi Corona atau Covid-19, entah dari mana asal usulnya. Yang jelas pada mulanya saya mengalami demam tinggi, pilek, batuk dan kehilangan kemapuan mencecap rasa. Itu setelah saya jalani selama satu minggu di rumah, tapi tidak ada tanda-tanda panas demam tinggi bakal turun, malah kian hari nyaris kehilangan kontrol diri.

Akhirnya saya memutuskan pergi ke klinik Dokter dan diperiksa Swab Antigen. Hasilnya ternyata reaktif. Akhirnya saya mendapatkan rujukan untuk diperiksa lebih intensif di RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah) Kota Sukabumi pada Selasa tanggal 16 Februari 202. Di RSUD saya menjalani Test PCR ( Polymerase Chain Reaction). Dan hasilnya dinyatakan positif. Saya pun harus menjalani isolasi di RSUD tersebut. Saya menjalani isolasi selama 8 hari. Selanjutnya Dokter membolehkan saya untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Memang kondisi saya saat itu sangat parah. Dalam 8 hari masa perawatan berangsur-angsur demam panas saya hilang. Tapi sesak nafas masih ada sampai menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sampai detik ini, sejak terkena Covid-19 dan dirawat di rumah sakit serta menjalani isolasi mandiri, rasanya belum sembuh benar. Saya sering mengalami lelah dan pikiran sulit fokus. Saya memiliki riwayat penyakit asma dan paru-paru.

Setelah saya membaca informasi tentang Covid 19 ini, saya diduga mengalami apa yang disebut Long Covid. Apa itu Long Covid?.

Dikutip dari alodokter.com, istilah Long Covid-19 mengacu pada gejala jangka panjang yang muncul setelah penderita infeksi virus Corona dinyatakan sembuh. Hal ini mungkin menimbulkan kekhawatiran bagi orang yang sudah pernah terkena Covid-19.

Penderita Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh umumnya bisa pulih kembali seperti sedia kala. Namun, ada juga sebagian penderita yang masih mengalami gejala atau keluhan tertentu.

Sebelumnya, istilah Long Covid-19 lebih dikenal dengan sebutan post-acute Covid-19 syndrome. Beberapa riset menunjukkan bahwa sekitar 10% penderita Covid-19 akan mengalami gejala jangka panjang penyakit ini.

Meski demikian, kata alodokter.com, penyebab terjadinya kondisi tersebut hingga kini masih belum diketahui dan terus diteliti. Salah satu teori menyebutkan bahwa gangguan pada keseimbangan jumlah bakteri baik atau probiotik di dalam usus turut berpengaruh terhadap munculnya kondisi Long Covid-19.

Beberapa gejala Long Covid-19 seperti yang saya alami di antaranya saya merasa kelelahan, sesak napas,
nyeri sendi dan otot, dada berdebar, nyeri dada dan sulit berkonsentrasi serta susah tidur.

Ingat pesan ibu: memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan#Las

Related posts