Melihat Keunikan Situs Megalitikum di Desa Wisata Situs Gunung Padang


Jakarta, GPriority.co.id–  Desa Wisata Situs Gunung Padang, memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, diantaranya potensi pariwisata, peternakan, perindustrian, perdagangan dan jasa. Dari sekian banyak potensi pengembangan wilayah tersebut, potensi pariwisata Situs Gunung Padang menjadi unggulan desa wisata ini.

Situs Gunung Padang di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara.  

Keberadaan Situs Gunung Padang pertama kali dilaporkan oleh Nicolaas Johannes Krom pada 1914 dalam laporan yang berjudul Rapporten Oudheidkundige Dienst (Buletin Dinas Kepurbakalaan).

Sempat terlupakan selama beberapa dekade, pada tahun 1979 situs ini dilaporkan oleh penduduk ke pemerintah setempat dan sejak tahun 1980-an sampai sekarang telah diteliti oleh berbagai lembaga penelitian nasional maupun internasional.

Situs Megalitikum Gunung Padang memiliki bentuk punden berundak yang dibangun sekitar 500-220 SM oleh para penganut tradisi megalitik, sedangkan struktur bangunan yang paling bawah diduga berusia lebih tua lagi, yakni berumur 8000 SM.

Situs Gunung Padang berada di ketinggian 895 meter di atas permukaan laut dengan luas mencapai 291.800 m2. Kompleks punden berundak di Gunung Padang terdiri atas lima teras yang tersusun dengan ukuran berbeda-beda. Material penyusun punden berundak di situs ini berupa batu-batu besar andesit berbentuk tiang-tiang, dengan panjang dominan sekitar satu meter. Setiap teras mempunyai pola-pola bangunan batu yang berbeda-beda dengan fungsi yang berbeda pula.

Teras pertama merupakan bangunan terluas, dengan jumlah batuan paling banyak. Semakin ke atas jumlah batunya pun semakin berkurang. Batu-batu yang jumlahnya sangat banyak tersebut tersebar hampir menutupi seluruh puncak Gunung Padang.

Pendirian bangunan-bangunan di Situs Gunung Padang diperkirakan berhubungan dengan tradisi pemujaan nenek moyang yang berakar jauh di masa prasejarah. Di masa lalu, arwah nenek moyang dipercaya tinggal di tempat-tempat tinggi seperti gunung dan bukit.

Banyak orang meyakini, di dalam tanah Gunung Padang masih ada bangunan-bangunan peninggalan zaman megalitikum. Misteri ini kemudian menarik ribuan peneliti baik dari dalam maupun luar negeri.

Sejak adanya temuan ini, Situs Gunung Padang menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Jawa Barat. Pada tahun 2014, Situs Gunung Padang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya berperingkat nasional.

Keindahan dan keunikan bentuk bangunan serta ilmu pengetahuan sejarah dan budaya yang ditawarkan Situs Gunung Padang, menjadi faktor penentu desa wisata ini mewakili Kabupaten Cianjur masuk 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2022, mengalahkan tempat wisata lainnya.
Selain itu, Situs Gunung Padang juga menawarkan pemandangan alam berupa bukit dan pepohonan hijau yang masih asri dan sejuk serta beragam pertunjukan kesenian tradisional Jawa Barat yang dipentaskan langsung di puncak Gunung Padang.

Jadi, wisatawan tidak hanya bisa melihat bangunan bersejarah di atas bukit, tapi juga dihibur dengan pementasan seni budaya, seperti pencak silat, tari jaipong, dan pagelaran musik karinding. Karinding adalah salah satu alat musik tradisional Sunda yang cara memainkannya disentil oleh ujung telunjuk sambil ditempel di bibir. 

Selain ke Situs Gunung Padang, di Desa Karyamukti juga memiliki obyek wisata lain, seperti Curug Ciwung, camping ground, dan perkebunan teh.

Meski obyek wisata yang ditawarkan berupa situs prasejarah dan letaknya berada di atas bukit, namun Desa Wisata Situs Gunung Padang memiliki fasilitas penunjang yang cukup lengkap ditambah aksesibilitas yang mudah di jangkau dan jalan yang cukup lebar. Beberapa fasilitas penunjang yang terdapat di Situs gunung padang diantaranya adalah tempat parkir, loket karcis, tempat makanan, toko souvenir, Mushola, dan papan petunjuk jalan. (Vn)

Related posts