Menag Nasaruddin Minta Maaf soal Pernyataan Profesi Guru Bukan untuk Cari Uang 

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar/Foto : Dok Fifi Abdurahman Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar/Foto : Dok Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait pernyataannya yang menyebut profesi guru bukanlah untuk mencari uang, melainkan pekerjaan suci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pernyataan tersebut sebelumnya viral di media sosial X dan menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menilai ucapan itu merendahkan profesi guru.

Nasaruddin menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat merendahkan guru. 

“Saya menyadari bahwa potongan pernyataan saya tentang guru menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun bagi saya untuk merendahkan profesi guru,” kata Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/9). 

Ia menambahkan, justru maksudnya adalah menegaskan bahwa guru merupakan profesi yang sangat mulia.

“Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia, karena dengan ketulusan hati merekalah generasi bangsa ditempa,” ujarnya.

Nasaruddin juga menyebut dirinya adalah seorang guru yang telah puluhan tahun mengabdikan diri di ruang kelas. Karena itu, ia memahami betul kemuliaan sekaligus kebutuhan kesejahteraan bagi guru.


“Puluhan tahun hidup saya, saya abdikan di ruang kelas, mendidik mahasiswa, menulis, dan membimbing. Karena itu, saya sangat memahami bahwa di balik kemuliaan profesi ini, guru tetap manusia yang membutuhkan kesejahteraan yang layak,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Salah satunya dengan menaikkan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Sebelumnya, dalam pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (3/9), Nasaruddin mengatakan profesi guru bukan untuk mencari uang, melainkan pekerjaan mulia.


“Bangga lah menjadi seorang guru teman-teman sekalian. Jangan minder ya. Menjadi seorang guru itu mulai sekali. Halalan Thoyyibah rezekinya itu, insya allah. Maka itu jangan ikut-ikutan dari para pedagang, memang tujuannya mencari uang. Sedangkan guru itu tujuannya mulia, bagaimana memintarkan anak orang. Itu tujuannya, bukan mencari uang. Kalau mau mencari uang, jangan jadi guru, jadi pedagang lah,” ucapnya saat itu.

Namun, pernyataan tersebut viral di media sosial dan menuai kritik. Warganet menilai profesi guru sangat berat, sehingga justru seharusnya diberikan penghargaan dan gaji lebih besar.

Pewarta : Fifi Abdurahman