Mendag: Social Commerce Belum Ada Izin

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Aflaha Rizal Bahtiar

Jakarta, Gpriority.co.id – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa social commerce belum memiliki izin.

Sebagaimana yang dikatakannya di kantor Kemendag, Rabu (27/9), saat ini promosi dan transaksi hanya bisa dilakukan oleh e-commerce dan online.

“Yang jelas sekarang yang ada itu adalah e-commerce dan online. Social commerce belum ada izin,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

“Jadi artinya ini diatur, ada nilai sosial. Kalau mau social commerce hanya promosi dan iklan. Kalau mau jualan e-commerce atau online ya. Jadi, tinggal pilih mau pelaku usaha atau belanja,” lanjut Mendag.

Dalam penjelasannya, ia mencontohkan social commerce seperti laiknya iklan TV.

“Seperti TV dan media mainstream. Mereka kan promosi dan iklan. Nggak bikin produk sabun atau apa. Jadi gak diborong semua. Ini contoh aja,” ungkap Mendag.

“Jadi social commerce belum ada (izin) sekarang,” tegasnya.

Dalam revisi aturan Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang disampaikan, bertujuan guna menciptakan ekosistem yang adil dan sehat. Dengan mememperhatikan perkembangan teknologi yang dinamis.

“Di Tiongkok saja, terkadang offline tidak terganggu dengan platform digital. Justru menciptakan pasar baru. Tidak mematikan usaha offline yang lain, bahkan saling mendukung,” ujarnya.