Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan dalang dibalik tingginya harga minyak goreng menjelang Ramadan 2025.
Budi mengatakan pihaknya menemukan ada distributor nakal yang menyebabkan harga minyak melambung. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Navyta Nabati Indonesia (NNI) yang terletak di Kedung Dalem, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Jadi ini salah satu indikasi penyebab harga minyak goreng masih naik,” ujar Mendag Budi di Tanggerang, Banten, Jumat (24/1).
Tak hanya itu, Budi menyebut proses produksi yang tidak sesuai dengan izin yang berlaku menjadi faktor lain meroketnya harga minyak goreng dipasaran.
“Kita temukan ada pelanggaran, penyimpangan tidak sesuai aturan yang berlaku penyebab salah satunya minyak kita tidak turun-turun,” kata Budi.
Untuk itu, Budi memastikan pihaknya akan terus mengawasi proses distribusi minyak goreng menjelang ramadan 2025.
“Sampai ramadan kita tidak akan berhenti, dan kita akan terus melakukan operasi melakukan pengawasan terhadap peredaran minyak goreng kita,” tuturnya Budi.
Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan menyegel rumah produksi Minyakita milik PT Navyta Nabati Indonesia (NNI) di kawasan Tangerang, Banten, Jawa Barat.
Atas hal tersebut, Kemendag menyita 7.800 botol Minyakita ukuran 1,5 liter dan 275 dus Minyakita yang berisi 12 kemasan dengan ukuran 1 liter.
Foto: GPriority/Dimas A Putra
