Mengenal Yapa, Atlet Wushu Papua Peraih Perunggu PON Jabar

Papua dikenal memiliki segudang atlet yang memiliki talenta, salah satunya adalah Rahmat Renwarin atau lebih dikenal dengan panggilan Yapa.

Sebagai atlet wushu, Yapa berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Papua Di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX  Jawa Barat tahun 2016 silam. Dengan medali yang diperoleh Yapa, tim wushu Papua berhasil mempersembahkan 1 medali.

Yapa yang lahir di Merauke 26 Mei 1984 tidak menyangka bahwa keputusannya pindah cabang olahraga di tahun 2014 silam juga membuahkan hasil yang manis bagi karirnya. Sebelum menekuni olahraga bela diri ini, Yapa merupakan seorang petinju amatir. Sebagai petinju, Yapa juga memiliki karir yang manis dengan mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Papua di Palembang tahun 2004. Yapa juga mendapatkan medali perunggu dalam event Arafura Games yang digelar di Australia pada tahun 2000 dan 2004.

Prestasi juga menghampiri Yapa saat dirinya beralih ke tinju profesional, 3 gelar juara nasional diraih olehnya dalam kurun waktu 3 tahun.

Berbagai prestasi yang diraih Yapa ternyata tidak membuat dirinya bertekad terus menekuni dunia tinju. Buktinya di tahun 2014, dirinya beralih profesi menjadi atlet wushu. Keindahan yang diperlihatkan dalam seni bela diri bebas inilah yang menjadi alasannya.

Meski baru bergabung, Yapa terpilih  ke dalam tim wushu Papua yang dipersiapkan pada Pra PON XIX di Jawa Barat. Terpilih mewakili Papua kembali membuat semangat Yapa semakin membara. Ia pun meningkatkan latihannya. Yapa yakin dengan latihan tekun yang dia jalani bisa memberikan prestasi bagi Papua di ajang tersebut.

Dalam debut perdananya itu, Yapa sukses menyabet juara kedua dan membawa pulang medali perak Pra PON 2015 di Jawa Barat. Yapa pun lolos ke PON XIX di Provinsi yang sama dan ia juga menyumbangkan medali perunggu ketika itu.

Yapa juga berjanji akan memberikan prestasi yang manis pada ajang PON XX. Sayangnya cidera ligeman yang dideritanya saat berlatih membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk tampil di PON XX yang berlangsung di rumah sendiri yakni Papua.

Meski tidak dapat tampil, Yapa tetap bisa mendampingi para atlet wushu Papua, karena dirinya ditunjuk sebagai asisten pelatih I tim Wushu mendampingi Sanda Andriani Made yang menjadi pelatih kepala. Yapa yakin dengan tidak tampil dirinya, wushu Papua bisa mempersembahkan prestasi di rumah sendiri, mengingat di PON XX Papua  kali ini, tim wushu dihuni atlet potensial seperti Moria Manalu kelas 60 kg sanda putri, Deni Arif kelas 75 kg putra, Demonsal Baimo kelas 52 kg, Stefano Rumangith kelas 56 kg, Hendrik Rikut 65 kg, Selvi Dwi Utami kelas 48 kg serta Merry Awee kelas 56 kg.

 

Biodata

Nama : Rahmat Renwarin

Tempat/tanggal lahir : Merauke, 26 Mei 1984

Kebangsaan : Indonesia

Prestasi :

-Medali Perunggu-PON Palembang 2004 (Tinju)

-Medali Perunggu Arafura Games 2000 dan 2004 (Tinju)

– Juara Nasional 3 Kali (Tinju)

-Medali Perak-Pra PON XIX Jawa Barat  2016(wushu)

-Medali Perunggu-PON XIX Jawa Barat 2016  (Wushu)

 

 

 

Related posts