Menjelajah 5 Wisata Fauna Nusantara Paling Ikonik

Bekantan, fauna ikonik Kalimantan/Foto : Dok. Pemprov Kalimantan Selatan Bekantan, fauna ikonik Kalimantan/Foto : Dok. Pemprov Kalimantan Selatan

Jakarta, GPriority.co.id – Wisata fauna Nusantara menjadi kekayaan terbesar Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Terletak di wilayah Tropis dan terdiri dari ribuan pulau, Indonesia memiliki berbagai fauna endemik yang menjadi daya tarik wisata berbasis alam.

Berikut ini 5 wisata fauna Nusantara paling ikonik beserta dengan data ilmiahnya, yang dirangkum GPriority dari sumber kredibel.

1. Kuda Sumbawa – Pulau Sumbawa, NTB

Kuda Sumbawa telah lama dikenal sebagai bagian dari budaya lokal, terutama dalam tradisi pacuan kuda. Secara historis, kuda Sumbawa merupakan hasil persilangan kuda lokal denga kuda dari Asia dan Timur Tengah yang dibawa melalui jalur perdagangan.

Kuda ini dikenal dengan daya tahan tinggi dan kemampuannya hidup di lingkungan savana kering. Selain sebagai sarana transportasi tradisional, hingga kini kuda Sumbawa juga menjadi daya tarik wisata budaya dan ekowisata. Sayangnya, data populasi spesifiknya masih terbatas dalam publikasi ilmiah.

2. Bekantan – Kalimantan

Bekantan atau Nasalis larvatus merupakan endemik Kalimantan yang hidup di hutan mangrove dan tepian sungai. Bekantan termasuk satwa yang dilindungi dan masuk dalam kategori terancam punah akibat kerusakan habitatnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Delta Berau, Kalimantan Timur, populasi bekantan berkisar antara 1.350 hingga 1.774 ekor dengan kepadatan sekitar 6,56 ekor per km2. Bekantan sendiri memiliki keunikan pada bentuk hidung panjangnya (jantan) dan kemampuannya dalam berenang. Bekantan menjadi daya tarik wisata susur sungai yang populer di Pulau Kalimantan.

3. Penyu – Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Maluku

Indonesia merupakan habitat bagi enam dari tujuh spesies penyu dunia seperti penyu hijau, penyu sisi, dan penyu belimbing. Dilansir dari laporan WWF Indonesia, penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, meski sebagian besar spesiesnya berstatus rentan hingga sangat terancam punah.

Kabar baiknya, saat ini upaya konservasi penyu menunjukkan hasil positif, di mana sekitar 50% tukik (anak penyu) berhasil diselamatkan di beberapa lokasi konservasi. Bahkan, wisata pelepasan tukik menjadi salah satu aktivitas edukatif yang banyak diminati wisatawan.

4. Komodo – NTB

Komodo (Varanus komodoensis), merupakan reptil purba yang hanya ditemukan di Indonesia, khususnya di kawasan Taman Nasional Komodo. Dilansir dari laman resminya, populasi komodo di kawasan ini tercatat sekitar 3.156 ekor pada tahun 2022.

Secara global, total populasi diperkirakan sekitar 5.000 ekor yang tersebar di beberapa pulau seperti Komodo, Rinca, dan Flores. Komodo sendiri merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang yang bisa mencapai lebih dari 3 meter. Karena keunikan dan kelangkaannya, komodo menjadi ikon wisata internasional serta situs warisan dunia UNESCO.

5. Gajah Sumatera – Lampung

Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus, dapat ditemukan di Lampung, khususnya di pusat konservasi seperti Taman Nasional Way Kambas. Gajah ini berstatus sangat terancam punah akibat perburuan dan kehilangan habitatnya.

Data menunjukkan jika populasi Gajah Sumatera terus menurun drastis. Dari sekitar 3.700-4.300 ekor, saat ini menjadi hanya sekitar 924-1.359 ekor di tahun 2021. Gajah sendiri berperan penting sebagai engineer ekosistem. Selain membantu penyebaran biji pohon, gajah juga menjaga keseimbangan hutan. Kini, wisata berbasis konservasi gajah lebih difokuskan pada edukasi dan pengamatan tanpa eksploitasi.