Menjelang PSBB Jakarta,Bekasi Pantau Pergerakan Warga.Desa Magelang Buat Karantina Bagi Pemudik

Bekasi,Gpriority-Menjelang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota.Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan pemantauan jumlah kendaraan dan pergerakan warga yang keluar-masuk dari dan menuju DKI.

Pemantauan dilakukan bersama Petugas Unit Lalu Lintas Polres Metro Bekasi di beberapa titik yang menjadi akses mobilitas warga dan di daerah perbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

“Untuk Rabu dan Kamis berdasarkan instruksi wali kota, kami Dishub melakukan pemantauan-pemantauan di beberapa titik untuk pergerakan masyarakat Kota Bekasi ke DKI Jakarta,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Bekasi Ikhwanudin Rahmat, Rabu (8/4).

Ikhwanudin juga mengatakan, pemantauan pergerakan warga secara khusus dilakukan di sejumlah stasiun kereta seperti Stasiun Bekasi, Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Kranji dan Terminal Kota Bekasi untuk melihat pergerakan warga.Sedangkan pemantauan pergerakan kendaraan dilakukan di tiga titik kawasan jalan menuju gerbang tol.

Sementara itu di Magelang, Pemerintah Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berinisiatif membangun ruang karantina bagi pemudik yang pulang saat pandemi virus corona (Covid-19).

Ruangan atau bilik dibuat di dalam gedung serbaguna milik pemerintah desa setempat dan akan dilengkapi dengan WiFi.

Kepala Desa Krincing Heri Purwanti mengatakan, para pemudik terutama dari episentrum Covid-19 seperti Jakarta dan sekitarnya diwajibkan untuk tinggal di tempat karantina ini selama 14 hari. Heri mengatakan, persiapan bilik karantina ini dilakukan agar Desa Krincing zero Covid-19.(Hs)

Related posts