Menlu RI Serukan Negara ASEAN Tak Saling Unjuk Kekuatan

Menlu RI Sugiono dalam agenda PPTM yang berlangsung pada Rabu (14/1) kemarin di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta/Foto : Dok. Indonesia Defense Menlu RI Sugiono dalam agenda PPTM yang berlangsung pada Rabu (14/1) kemarin di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta/Foto : Dok. Indonesia Defense

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono, menyerukan negara-negara ASEAN untuk tidak saling unjuk kekuatan dan menjaga kawasan sebagai ruang damai, sebagaimana tujuan awal didirikannya organisasi tersebut.

“ASEAN dibentuk untuk memastikan perbedaan dikelola melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui tekanan atau konfrontasi,” ujar Menlu Sugiono pada agenda Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1) kemarin di Jakarta.

Saat ini, menurut Menlu Sugiono, relevansi ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara tetap stabil juga semakin krusial, terlebih di tengah situasi geopolitik global yang tidak pasti. Menurutnya, ASEAN merupakan jangkar stabiltias kawasan yang juga merangkap sebagai paltform utama dalam memastikan Asia Tenggara tetap menjadi ruang damai dan tak menjadi arena unjuk kekuatan.

Ia menekankan, ASEAN hanya akan kuat apabila persatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga serta diperjuangkan bersama. Baginya, persatuan menjadi kunci untuk mencegah fragmentasi. Di sisi lain, sentralitas juga memastikan ASEAN tetap memimpin arsitektur kawasan dan tidak terseret dalam rivalitas kekuatan besar.

“In the current situation of geopolitical uncertainty, the stronger ASEAN is, the more we will be heard,” ujar Menlu Sugiono mengutip penegasan Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono juga menyoroti dinamika ASEAN sepanjang tahun 2025. Menurutnya, krisis yang terjadi di antara negara-negara ASEAN merupakan pengingat bahwa perdamaian di Asia Tenggara tidak dapat diabaikan begitu saja.

“Perdamaian harus tetap dirawat melalui penahanan diri, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen pada penyelesaian damai atas perbedaan,” tegas Menlu Sugiono.