Nol Kasus, Penanganan Covid-19 Teluk Bintuni Patut Dicontoh

Hingga saat ini Kabupaten Teluk Bintuni dikenal sebagai daerah di Papua Barat yang nol kasus Covid-19. Keberhasilan ini merupakan bukti bahwa Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Teluk Bintuni sangat serius melakukan pemberantasan penyakit terjangkit ini dari masyarakatnya.

” Puji Tuhan sejak awal bulan Juli hingga saat ini Teluk Bintuni masuk ke dalam zona hijau dan belum ditemukan kembali yang positif Covid-19,” ucap Petrus Kasihiw yang ditemui usai melakukan audiensi dengan Menpan RB Tjahjo Kumolo di Kantor Kemenpan RB pada Jum’at (7/8/2020).

Keberhasilan ini menurut Petrus Kasihiw berkat kerja keras tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Teluk Bintuni.

Dijelaskan oleh Petrus, sejak diumumkannya penyebaran corona virus diease 2019 (COVID-19) di Indonesia, dirinya telah memerintahkan dr Wiendo Syahputra Yahya,Sp.P sebagai dokter spesialis paru untuk bergerak menyusun panduan penanganan pasien.

” Setelah mendapat instruksi dari pemerintah pusat untuk membentuk gugus tugas penanganan covid-19 di bulan maret. Saya pun langsung membentuknya dengan melibatkan semua stakeholder. Usai terbentuk, tim gugus tugas bergerak cepat untuk mensosialisasikan protokol kesehatan sehingga masyarakat terhindar dari Covid-19,” ujar Petrus.

Bukan sekedar sosialisasi, gugus tugas seperti dijelaskan Petrus juga terus menerus melakukan screening di pelabuhan, bandara, dan pintu masuk Bintuni melalui jalan darat. ” Screening yang kami lakukan adalah melakukan pendataan, cek suhu tubuh dan rapid test bagi masyarakat Teluk Bintuni dan yang datang ke ibu kota Kabupaten penghasil Migas. Rapid test ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ujar Petrus.

Tidak cukup dengan rapid test, Petrus pada bulan Mei 2020 membeli alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Dengan kehadiran alat ini sangat membantu tenaga medis di Negeri Sisar Matiti mempercepat hasil pemeriksaan sehingga ditindaklanjuti secara cepat.

Pemerintah daerah Teluk Bintuni juga mempersiapkan lokasi karantina bagi warga yang sudah suspek baik OTG, ODP dan PDP untuk menjalani karantina terpusat dan mandiri di Kampung Masina, Distrik Bintuni. Pemda Teluk Bintuni juga menyiapkan mess perawat bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Petrus juga memerintahkan Gugus Tugas untuk melakukan pelacakan jejak orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Langkah yang dilakukan Petrus terbilang tepat, Teluk Bintuni pun berhasil menemukan masyarakat yang terpapar Covid-19. ” Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19, ada 50 kasus positif Covid-19. Dari 50 kasus Covid-19 hanya satu yang berasal dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) sisanya berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG),” ucap Petrus.

Adanya 50 positif kasus membuat Teluk Bintuni menempati peringkat tinggi daerah Covid-19 di Papua Barat.Kenyataan tersebut tidak membuat Petrus putus asa, beliau pun memerintahkan kepada Gugus Tugas untuk melakukan penanganan secara cepat.

” Puji Tuhan berkat langkah cepat yang dilakukan, 50 pasien termasuk bayi berusia 5 bulan berhasil sembuh. Sembuhnya 50 pasien tersebut membuat Teluk Bintuni nol kasus dan masuk zona hijau hingga saat ini,” jelas Petrus.

Keberhasilan Teluk Bintuni dalam menangani Covid-19 mendapat apresiasi dari Gubernur Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan. Menurut Mandacan yang ditemui seusai melakukan audiensi dengan Menpan RB Tjahjo Kumolo pada Jum’at (7/8/2020) patut ditiru oleh daerah lainnya. ” Berkat penanganan yang cukup bagus, 50 pasien berhasil sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Bintuni,” ucap Mandacan.

Meskipun berhasil mempertahankan status zona hijau hingga saat ini, Petrus mengatakan pihaknya tidak akan berpuas diri. Sebab Covid-19 masih melanda sebagian wilayah Indonesia sehingga mampu menyebabkan gelombang ke-2 di Bintuni.

Guna mengantisipasi gelombang ke-2, tim Gugus Tugas seperti dikatakan Petrus akan tetap melakukan screening Covid-19, pelacakan kontak dan pengawasan ketat di semua pintu masuk Bintuni. Petrus juga menghimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas di luar rumah.

Terkait dengan Pemilihan Kepala Umum Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Petrus mengatakan Teluk Bintuni sudah siap dan telah menjalankan instruksi yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Petrus juga mengatakan sebagai bupati hingga 2021, dirinya akan menyelesaikan sejumlah agenda besar sesuai visi misi di dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) terutama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).(Haris.Foto:Haris)

Related posts