PDPI Berikan Edukasi Asma di Hari Asma Sedunia

Jakarta,Gpriority-World Asthma Day (Hari Asma Sedunia) yang dipelopori oleh Global Initiative for Asthma (GINA) diadakan setiap tahunnya pada hari selasa pertama di bulan Mei. Tujuannya untuk mengingatkan jutaan orang di dunia mengenai penyakit asma.

“Melalui peringatan ini para profesional di bidang kesehatan di seluruh dunia bisa mensosialisasikan tentang penyakit asma. Dengan demikian kematian yang diakibatkan oleh penyakit asma bisa menurun,” tutur Sekretaris Jenderal. perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. Erlang Samoedro, Sp.P.FISR saat jumpa pers di Kantor PDPI,Selasa (7/5).

Bertepatan dengan Hari Asma Sedunia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai asma. Salah satunya dengan mengadakan sosialiasi kepada masyarakat. Dan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai asma. Diharapkan dengan adanya edukasi ini angka kematian yang diakibatkan asma yakni 250.000 dalam setiap tahunnya berdasarkan data WHO bisa menurun.

Kenali Asma dan Penyebabnya

Prof.Dr.Faisal Yunus.Ph.D.Sp.P(K) selaku pengamat Asma dan pakar Asma menjelaskan mengenai penyakit asma.Asma merupakan penyakit kronik saluran napas yang sebagian besar menimpa anak-anak. Di Indonesia,rata-rata anak SD yang terkena asma berkisar 10 persen. Dan untuk anak SMP berkisar 13 persen.

” Biasanya orang yang terkena asma saluran napasnya akan menyempit, dikarenakan pembengkakan dan jika tidak segera diobati bisa langsung meninggal, ” ucap Faisal.

Asma sifatnya variasi dari waktu ke waktu berbeda, bersifat episodik, reversibel, ada variabilitas (memburuk pada malam hari) , serta bersifat individual.

Lantas bagaimana mengetahui seseorang terkena Asma. Dijelaskan oleh Faisal, ciri-cirinya adalah ada batuk di malam hari, ada rasa berat di dada, sesak napas, dan napas berbunyi.

Yang menyebabkan asma adalah debu rumah, infeksi saluran nafas, makanan, bulu binatang, kelelahan, bahan polusi, perubahan cuaca dan emosi.

Asma sendiri harus diobati. Tujuannya agar penderita asma agar bisa hidup bebas dan normal serta tetap produktif.
Selain itu kita juga harus mengontrol Asma. Caranya hindari faktor pencetus, pengobatan yang tepat, ikut senam asma. indonesia serta kontrol teratur.

Obat pengontrol asma harus dipakai rutin setiap hari.jenis obat asma adalah obat minum, obat hirup. “Namun yang paling baik adalah obat hirup, karena dosisnya kecil, lebih cepat, efek samping lebih minimal,” tutup Faisal.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment