Penulis : Dimas | Editor : Lina F | Foto : Kemendikbudristek/GPriority
Yogyakarta,GPriority.co.id-Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berhasil meraih penghargaan dalam subkategori di bidang transformasi pendidikan vokasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat puncak Anugerah Merdeka Belajar di, Yogyakarta, Senin (29/5).
Anugerah ini diberikan kepada Kaltara yang angka keterserapan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di dunia usaha dan industri sebesar 70 persen.
Gubernur Kaltara Drs H Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang turut membantu dalam hal peningkatan kualitas Pendidikan di Provinsi Kaltara.
“Terima kasih dan apresiasi dari saya secara pribadi dan Pemprov Kaltara untuk semua unsur yang bergerak terhadap pendidikan vokasi di wilayah Kaltara, sehingga membuat pendidikan vokasi kita naik kelas,” kata Zainal ditemui usai acara.
Gubernur Zainal mengungkapkan dalam melakukan percepatan kualitas pendidikan vokasi, Pemprov Kaltara telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan menjalin kerja sama dan sinergi antara SMK dengan dunia usaha dan industri.
Bahkan, Pemprov Kaltara juga membentuk Tim Koordinasi Vokasi Daerah yang beranggotakan unsur pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), perguruan tinggi vokasi, dan dunia usaha, termasuk kalangan dunia industri pengelola Kawasan Industri (KIPI).
“Jadi kita bergerak bersama. Mulai dari perencanaan sampai dengan kurikulumnya kita susun bersama. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Gubernur Kaltara juga memacu siswa agar fokus pada 3 asah kompetensi. Pertama keahlian, dibuktikan dengan sertifikasi profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kedua membekali diri dengan literiasi bahasa asing, dan ketiga menguasai IT atau Informasi dan Teknologi berbasis digital.
“Saya berpesan belajar dengan baik, pendidikan vokasi salah satunya melalui SMK, diharapkan bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara,” pungkas Gubernur Zainal
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara Drs. Teguh Hendri Sutanto, M.Pd membeberkan langkah-langkah strategis dalam peningkatan kualitas Pendidikan.
“Kita juga membuat strategi, langkah yang harus dilakukan untuk melakukan transformasi peningkatan Pendidikan vokasi. Pertama, meningkatkan kompetensi profesi keahlian,” ujar Teguh saat di hubungi GPriority pada, Rabu (31/5).

Keahlian tersebut dibuktikan dengan sertifikasi profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
“Kedua, kita melakukan penguatan di bidang Ilmu Teknologi (IT) jadi lulusan SMK betul-betul menguasai IT. Terakhir, penguatan literasi bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Mandarin,” tambahnya.
Menurut Teguh, pelibatan seluruh OPD terkait menjadi kunci percepatan implementasi pendidikan di Kaltara.
Ia berharap kedepan Pendidikan vokasi di Kaltara mampu bertransformasi menjadi Pendidikan mutu tinggi untuk kesejaheraan masyarakat Kaltara.
“Jadi intinya kita komitmen dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK yang ada di Kaltara, karena kedepan kaltara ada Industri besar akan hadir di kaltara yang namanya kawasan Industri Hijau Internasional, itu yang sedang disiapkan SDMnya ketika lulus masuk kerja di daerahnya sendiri,” tandasnya. (ADV)
