Pemusnahan Barang Sitaan PKTN

Jakarta,Gpriority-Kamis pagi (24/1) Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal  Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) menggelar acara pemusnahan barang hasil pengawasan barang beredar yang teiah dilakukan pada tahun 2018. Pemusnahan barang tersebut dilakukan di Lapangan Parkir Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta Pusat. Hadir menyaksikan pemusnahan barang tersebut, perwakilan dari Badan lntelijen Negara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (DPOM), dan Ditjen Bea dan.Cukai Kementerian Keuangan.

“Pemusnahan barang yang dilakukan hari ini merupakan pemusnahan barang secara simbolis dari hasil pengawasan barang beredar yang telah dilakukan pada tahun 2018. Semua jenis barang ini sudah dilakukan pemusnahan oleh pelaku usaha dengan diawasi tim dari ‘yang ada di Kemendag , ” jelas Veri.

Veri menjelaskan, pada tahun 2018 Ditjen PKTN  telah melakukan pengawasan terhadap 6.803 jenis produk. Dari hasil pengawasan tersebut terdapat di antaranya barang yang tidak sesuai dengan ketentuan pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib. Barang tersebut adalah |uminer sebanyak 1.728 buah, mainan anak sebanyak 294.356, kipas angin sebanyak 147 unit, kaca cermin sebanyak 63.284 lembar, baja Iembaran Iapis seng (BjLS) sebanyak 36.197 lembar, serta baja tulang beton (BJTB) sebanyak 2.401.050 batang.

Di tahun yang sama Ditjen PKTN juga melakukan uji petik terhadap 85 jenis produk dari 69 merek dimana terdapat 561 produk dari 7 merek yang tidak sesuai persyaratan mutu SNL Adapun rincian barang tersebut meliputi 179 buahsepatu pengaman,256 buah ban dalam kendaraan bermotor,serta 124 buah pompa air.

Namun seiain produk tersebut, Veri menjelaskan terdapat 2 jenis produk yang masih dalam proses penarikan untuk kemudian dilakukan pemusnahan. Kedua produk dimaksud adalah baterai primer dan mainan anak.

Menurut Veri, dengan semakin meningkatnya transaksi perdagangan, maka akan meningkatkan arus jumlah barang yang beredar dipasar dalam negeri baik yang berasal dari kegiatan impor maupun barang yang diproduksi di dalam negeri. ” Peningkatan jumlah barang yang beredar dikhawatirkan bisa memasukkan barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan, ” tandas Veri

Ojak Simon Manurung Direktur pengawasan barang beredar dan jasa mengatakan, Pemusnahan barang beredar baik secara khusus, berkala dan uji petik semoga bisa membuat pengusaha sadar akan pentingnya keamanan,kesehatan dan keselamatan bagi produk yang mereka buat.

PKTN juga mengapresiasi pengusaha yang secara sadar mau melakukan pemusnahan pada produk perusahaan Yang mereka buat. (Hs.Foto:Hs)

Related posts