Penanganan Kasus Stunting di Bintuni Perlu Dilaksanakan Secara Konkrit

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Kab. Teluk Bintuni

Jakarta, GPriority.co.id— Dalam Rapat Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim, dan Percepatan Penurunan Stunting secara virtual, Pejabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (purn) Drs. Paulus Waterpauw menekankan agar evaluasi kinerja satgas di setiap kabupaten agar cepat dalam penanganan dan dilaksanakan secara konkrit.

Sebagaimana yang dilansir dari keterangan Kab. Teluk Bintuni, ia menegaskan sesungguhnya suatu tanggjung jawab yang diberikan harus selaras dengan bagaimana menerjemahkan atau diaplikasikan sesuai epran dan tugas.

Dalam mengatasi kasus stunting, tentu kasus ini telah terjadi di seluruh dunia di mana ini mengakibatkan kekurangan gizi kronis pada anak.

Kondisi ini tentu ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang di bawah standar. Secara medis, stunting berada di bawah kurva pertumbuhan sebagaimana tinggi badan anak normal lainnya.

Oleh karena itu, Pj Gubernur menyampaikan selamat atas prestasi yang di raih oleh tiga kabupaten yang berhasil menurunkan kasus stunting.

Penyelesaian kasus stunting ini antara lain di Kabupaten Manokwari dengan kategori Angka Prevalensi Terendah Posisi bulan Juli 2023 sebesar 11,80 persen.

Selain itu, Kabupaten Teluk Bintuni dengan Kategori Entryan Data Tertinggi yaitu 67, 23 persen dan prevalensi stunting 12,65 persen, serta yang terakhir Kabupaten Teluk Wondama memiliki prevalensi tertinggi 5,29 persen dengan Kategori Penurunan Prevalensi.

Diharapkan penurunan prevalensi pada kasus stunting ini dapat menjadi semangat baru untuk Satgas Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Teluk Bintuni guna bisa melayani lebih baik untuk masyarakat.