Peran Perempuan dalam Politik

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara Norhayati Andris menegaskan pentingnya peran perempuan dalam politik Indonesia saat ini. Meskipun partai cenderung menjadikan caleg perempuan sebagai upaya memenuhi syarat keterwakilan 30% perempuan oleh setiap partai, hadirnya beberapa perempuan yang sudah terjun kedalam dunia politik menandakan bahwa perempuan memiliki kemampuan dan kualitas yang setara dengan laki-laki.

Namun tidak bisa dipungkiri, adanya diskriminasi dan ketidakadilan yang luas masih terjadi terhadap perempuan masih tetap ada, termasuk dalam partai politik. Maskulinitas peran publik atau kecenderungan untuk memberikan porsi lebih besar dalam ruang publik pada laki-laki menyebabkan perempuan tidak memiliki peluang yang cukup di dalam gagasan-gagasan kenegaraan.

Menurut Norhayati saat dihubungi oleh Gpriority via telepon (12/7/2021) Politisi PDI perjuangan ini mengungkapkan bahwa didalam dunia politik perempuan tidak hanya duduk manis dan lancar tanpa halangan. Namun disinilah, politisi perempuan harus mampu bersaing, serta berjiwa tahan banting dan tahan mental.

“ kita sebagai politisi perempuan harus berbenah diri , lakukan yang terbaik ,kerja saja ,dan saya yakin hasil kerja kita yang akan di nilai oleh masyarakat yang kita perjuangkan , jangan mudah takut ,jangan kecil hati ,dan tetap optimis kita bisa lebih peduli lebih aktif dan lebih peka terhadap persoalan masyarakat bawah yang kita wakili,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Melawi Widya Hastuti, politisi NasDem ini mengungkapkan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan sama dengan laki-laki dalam hal aspirasi politik. Kualitas perempuan juga harus mumpuni dan dominan dalam pengambilan keputusan politik. Tentu hal ini juga harus dibarengi dengan terus mengasah kemampuan di berbagai bidang sehingga pada saatnya berjuang, semua siap diaplikasikan. Selain itu Keseriusan dari berbagai pihak untuk memberikan dukungan dan memberdayakan perempuan dalam rangka ikut berpatisipasi dan tidak melakukan diskriminasi dan ketidakadilan gender.

Sehingga dengan adanya perempuan yang berkualitas dalam tata politik, membuktikan bahwa adanya kesetaraan gender dan kemajuan pola pikir perempuan yang ingin membawa perubahan tapa merubah gaya hidup menjadi sama maskulin.(Sof.Foto.dok.Pribadi)

Related posts