Perbaikan Gizi Untuk Mengakhiri Kemiskinan

Jakarta,Gpriority-Salah satu upaya mengakhiri kemiskinan di Indonesia adalah memperbaiki gizi adalah. Karena dengan gizi yang baik akan tercipta generasi yang cerdas, sehat dan kuat untuk membangun Indonesia.

Dr. Dida A. Gurnida. Dr.Sp.A(K). M.Kes, IDAI Jawa Barat pada saat jumpa pers baru-baru ini mengatakan, tantangan Indonesia di bidang nutrisi begitu banyak, salah satunya adalah lingkungan dan tingkat pengetahuan masyarakat.”Misalnya keadaan stunting di Bandung dan di Papua itu berbeda. Di Papua banyak stunting karena airnya banyak mengandung kapur. Sementara di Bandung karena mungkin ibu bapaknya tidak memperhatikan anaknya atau karena tidak ada uang. Karenanya, penanganan stunting di setiap daerah di Indonesia jelas berbeda,” kata Dida.

Ketua Umum YAICI Arif Hidayat menegaskan, Untuk mengatasi masalah stunting di Bandung, yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi anak.

“Sebagian besar informasi yang sampai kepada orang tua dari televisi. Kita tahu, isi tayangan televisi terutama iklan adalah jualan dan promosi produk,” jelas Arif.

Salah satu contohnya adalah polemik susu kental manis. Selama puluhan tahun susu kental manis diiklankan sebagai susu bergizi. Akibatnya masyarakat beranggapan bahwa susu kental manis juga dapat dikonsumsi sebagai susu oleh anak-anak.

“Jadi wajar kalau ibu dalam ingatannya SKM adalah susu karena selama ini selalu menampilkan anak-anak dalam iklannya, padahal kandungannya adalah gula. Sekitar 50% malah lebih kandungan gulanya,” jelas Arif.

Senada dengan Arif, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra. Chairunnisa, M.Kes mengatakan edukasi sejak dini diperlukan untuk menghindari kekeliruan konsumen untuk memanfaatkan suatu produk. “Pembangunan nasional harus dimulai dari calon ibu yang akan melahirkan generasi masa mendatang. Calon ibu harus sehat, jangan sampai anemia dan punya pengetahuan tentang gizi keluarga,” ujar Chairunnisa.

Dijelaskan Chairunnisa, PP Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang besar turut berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah ikut serta dalam edukasi bijak mengkonsumsi susu kental manis bersama Yayasan Abhipraya Insan Cindekia Indonesia (YAICI). Edukasi akan dilaksanakan disejumlah kota di Indonesia.(Hs)

Related posts