Perlunya Mengenalkan Tata Krama pada Anak Usia Dini

Anak usia dini merupakan masa keemasan bagi perkembangan seorang anak. Menurut undang-undang no. 20 tahun 2003, anak usia dini dimulai dari usia 0-6 tahun. Psikilogi mengungkapkan, anak usia dini, tahap di mana anak sedang merekam hal-hal yang terjadi di dekatnya. Maka dari itu, perlu dibangun perilaku-perilaku baik yang akan tertanam di dalam diri si anak. Untuk itu, sangat diperlukan bagi Orangtua mulai mengenalkan tata krama pada anak, guna ciptakan sikap anak di masa mendatang. Berikut, beberapa tata krama yang harus dikenalkan pada anak;

1. Biasakan ucapkan kata “Tolong” saat butuhkan bantuan
Hal ini harus diterapkan pada anak, pasalnya, di masa dewasa ini masih banyak orang-orang yang lupa ucapkan tolong saat butuhkan bantuan. Sebuah kata yang dapat mencerminkan rasa rendah hati, adanya rasa perhatian bagi orang lain.

2. Terbiasa sampaikan kata “Maaf” jika lakukan kesalahan
Ajarkan anak terbiasa sampaikan maaf setelah lakukan kesalahan. Bagaimana pun juga, tidak ada satu pun manusia yang luput dari kesalahan. Biasakan sedari dini tentang konsep “berani mengakui kesalahan” lalu bangkit untuk menyelesaikan (tidak lari dari tanggung jawab), dan berjanji tidak akan lakukan kesalahan yang sama.

3. Ucapkan “Terima kasih” pada saat mendapatkan sesuatu
Ini adalah cara anak bisa menghargai orang lain. Point ini sangat penting, karena di saat anak tetbiasa menghargai, maka ia akan bisa menghargai dirinya sendiri.

4. Tidak lupa ucapkan “Salam” jika bertemu dengan orang lain (kerabat, keluarga, orang-orang yang dikenal)
Langkah ini akan menumbuhkan rasa saling menghormati pada anak. Adanya jalinan keterikatan yang akan bangun rasa percaya diri berkomunikasi dengan orang lain.

5. Berdoa sebelum lakukan aktivitas
Ajarkan anak anda selalu berdoa sebelum lakukan aktivitas, misal berdoa sebelum makan, sesudah makan, menjelang tidur, dsb. Ini guna memperkenalkan anak pada agama dan kepercayaannya.

Itulah 5 hal tata krama yang harus Orangtua tanamkan sedari dini. Terdengar sepele dan sederhana, namun sangat berdampak besar bagi sikap anak nantinya.(Ega.Foto.Istimewa)