Jakarta, GPriotity.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu RI) Sugiono menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dalam agenda pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5). Pertemuan tersebut ditutup dengan joint press statement kedua menteri.
Dalam pernyataannya, Menlu Sugiono menyampaikan apresiasi serta menegaskan eratnya hubungan diplomatik kedua negara yang tahun depan akan memasuki usia 60 tahun.
“Tahun depan kami akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. Selama enam dekade ini, kedua negara telah membangun hubungan yang sangat kuat yang ditandai dengan kepercayaan strategis, manfaat bersama, dan tujuan bersama,” ujar Sugiono.
Ia menilai momentum 60 tahun hubungan bilateral bukan sekadar perayaan diplomatik, melainkan kesempatan untuk memperkuat kembali arah strategis kemitraan Indonesia dan Singapura untuk dekade mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan ekonomi, investasi energi, ketahanan pangan, hingga kerja sama industri.
Di sektor energi, Indonesia dan Singapura membicarakan pengembangan proyek listrik dan investasi energi yang diharapkan menjadi salah satu proyek konektivitas energi terbesar di kawasan.
Sementara pada sektor ketahanan pangan, kedua negara sepakat memperkuat kemitraan agribisnis dan pengembangan teknologi pangan.
Kerja sama industri juga menjadi fokus pembahasan, termasuk pengembangan kawasan industri Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) serta Kendal Industrial Park.
Kedua negara juga membuka peluang ekspansi kawasan industri baru guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain isu bilateral, Sugiono dan Vivian turut membahas dinamika regional dan global, termasuk pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah tantangan geopolitik saat ini.
Keduanya juga menyoroti situasi di Timur Tengah yang dinilai berdampak terhadap keamanan energi dan rantai pasok global. Dalam kesempatan itu, kedua pihak menekankan pentingnya deeskalasi konflik, dialog, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Sugiono menyebut komunikasi antara dirinya dan Vivian selama ini berlangsung intens dan terbuka, sehingga hubungan kerja sama kedua negara dapat terus diperkuat.
“Saya pikir kami telah melakukan diskusi yang sangat baik dan produktif untuk memperkuat persahabatan dan kerja sama kami,” kata Sugiono.
