‘Bestiean’ Dengan Menlu RI, Menlu Singapura: Bertemu Tiap Minggu Pun Boleh

Menlu Singapura dan Menlu RI saat berjabat tangan di sela agenda pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Menlu Singapura dan Menlu RI saat berjabat tangan di sela agenda pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Sugiono di Jakarta, (12/5).

Dalam sambutannya, dengan menggunakan bahasa Indonesia, Menlu Vivian mengaku senang bertemu dengan Menlu Sugiono. Bahkan ia sempat melontarkan candaan yang disambut gelak tawa dari wartawan yang hadir.

“Saya sangat gembira bertemu, tiap-tiap minggu pun boleh,” ungkapnya.

Lebih lanjut Vivian menegaskan pentingnya koordinasi erat antara Indonesia dan Singapura di tengah ketidakpastian global. Dalam pernyataannya, Vivian mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Sugiono berlangsung sangat intens, bahkan hampir setiap pekan melalui berbagai saluran komunikasi.

“Dalam keadaan dunia sekarang, semakin penting bagi kita untuk memiliki koordinasi dan komunikasi yang sangat dekat antara tetangga kita, Republik Indonesia dan Republik Singapura,” ujar Vivian.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya tiga pendaki di Gunung Dukono, Maluku Utara, pada 8 Mei lalu, termasuk dua warga Singapura dan satu warga Indonesia.

Vivian secara khusus mengapresiasi tim pencarian dan penyelamatan Indonesia yang dinilainya bekerja dengan penuh keberanian di tengah kondisi berbahaya.

“Lebih dari 150 personel SAR Indonesia menghadapi risiko besar bagi diri mereka sendiri dalam kondisi vulkanik dan cuaca yang berat. Kami di Singapura mengikuti operasi itu dengan penuh harap dan doa,” katanya.

Menurut Vivian, solidaritas yang ditunjukkan Indonesia dalam situasi krisis mencerminkan kuatnya hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Selain membahas isu kemanusiaan, kedua menlu juga meninjau perkembangan kerja sama bilateral yang disebut Vivian berada dalam kondisi sangat baik.

Ia menyoroti implementasi perjanjian kerja sama strategis yang diperluas atau Expanded Framework Agreements yang mencakup bidang pertahanan, pengelolaan wilayah udara, dan penegakan hukum.

Di bidang ekonomi, Vivian menegaskan posisi Singapura sebagai investor asing terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sejumlah proyek strategis turut menjadi pembahasan, termasuk Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah.

Kedua negara juga membahas peluang kerja sama ekonomi hijau dan pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, panas bumi, dan hidroelektrik.

“Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi. Saya melihat Indonesia sebagai kekuatan energi masa depan,” ujarnya.

Vivian juga menyinggung situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang dinilai dapat memengaruhi keamanan energi dan jalur perdagangan dunia.

Ia menilai kerja sama Indonesia, Singapura, dan Malaysia dalam menjaga keamanan Selat Malaka dapat menjadi contoh positif bagi stabilitas kawasan dan dunia internasional.

“Keberhasilan kerja sama di kawasan ini dapat menjadi model positif bagi dunia,” kata Vivian.