Sering Disalahartikan, Apa Itu Agama Syiah? Ternyata Masih Bagian Dari Islam Namun Tetap Harus Waspada!

Jakarta, GPriority.co.id – Sampai saat ini, masih banyak orang yang salah paham terkait paham agama Syiah. Padahal, Syiah sendiri masih menjadi bagian dari Islam. Usut punya usut, fitnah tentang paham agama Syiah telah berlangsung selama berabad-abad, bahkan sejak Rasulullah SAW. wafat.

Sampai sekarang, banyak yang menganggap bahwa Syiah merupakan agama yang sesat, kafir, bahkan berbeda dengan Islam yang telah turun-temurun.

Terdapat juga tuduhan mengenai Syiah, dimana Syiah dianggap menghalalkan perzinahan dengan adanya nikah mut’ah, rukun iman dan islamnya berbeda dengan agama islam pada umumnya, bahkan Syiah juga dituduh memiliki kitab Al-Qur’an yang berbeda, dengan syahadat yang juga berbeda.

Satu hal lagi, Syiah juga sering dianggap mengkafirkan istri nabi dan para sahabat. Akibatnya, Syiah pun banyak dibenci dan dihakimi, hingga banyak yang menganggap, darah orang-orang Syiah hukumnya ‘halal’ untuk dibunuh.

Dilansir dari laman Islamsyiah, ternyata orang-orang Syiah juga bersyahadat, meyakini Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, sama seperti islam pada umumnya.

Muslim Syiah juga melakukan shalat 5 waktu dalam sehari, berpuasa di bulan Ramadhan, hingga juga mengeluarkan zakat dan melaksanakan haji.

Kitab Al-Qur’annya pun sama persis kandungannya. Bahkan sekitar 15 persen warga Arab Saudi merupakan penganut paham agama Syiah.

Perdebatan mengenai sesatnya paham Syiah, bermula saat konflik antara Syiah dan Sunni terjadi. Mereka bersaing untuk berebut kekuasaan setelah Rasulullah SAW. wafat. Sejak saat itu, banyak isu-isu yang muncul soal Syiah. Terutama terkait penyimpangan akidah.

Diantaranya seperti isu kerasulan Imam Ali, para pihak yang berhak menggantikan kepemimpinan Nabi Muhammad, dan lain-lain. Kelompok Syiah merupakan kelompok Arab yang menjadi pendukung Imam Ali. Sedangkan, Sunni diindikasikan sebagai kelompok Arab yang mendukung Muawiyah dalam konflik kekuasaan.

Seiring berjalannya waktu, hingga saat ini meskipun Syiah masih menjadi polemik khususnya di kalangan masyarakat Indonesia, namun MUI secara tegas tidak melarang siapapun yang menganut paham agama Syiah.

Dikutip dari BBC, MUI mengimbau umat Islam agar meningkatkan kewaspadaan tentang kemungkinan beredarnya kelompok Syiah yang ekstrim.

“Dikeluarkannya surat MUI pada tahun 2004 bahwa sesungguhnya kita tidak punya posisi untuk mengatakan bahwa Syiah itu sesat,” ujar Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi, untuk menanggapi surat edaran Wali Kota Bogor pada 22 Oktober 2025 lalu yang melarang perayaan Asyura oleh penganut Syiah di wilayahnya.

Berbekal dari hal tersebut, kesimpulan yang didapat yaitu Syiah sebenarnya bukanlah paham agama yang sesat. Namun seiring berjalannya waktu sampai saat ini, banyak orang-orang yang menyalalahgunakan paham Syiah hingga menodainya dan membuatnya menjadi suatu paham yang mengarah kepada kesesatan. Oleh karenanya, mengikuti pendapat dari pihak MUI, umat islam perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok Syiah yang berjalan di kordidor yang salah.

Foto : Ilustrasi / Freepik