Suka Makan Benda Tapi Bukan Kuda Lumping, Kenali Kelainan Makan Pica dan Dampaknya

Jakarta, GPriority.co.id- Manusia memakan barang tak lazim seperti beling, kertas, kardus, dan sebagainya biasanya ada dalam atraksi kuda lumping. Namun nyatanya diluar pertunjukan tersebut banyak ditemukan kasus manusia memakan barang tak lazim seperti yang disebutkan. Ternyata kebiasaan makan ini ada istilah medisnya, gangguan makan pica.

Melansir dari laman alodokter, pica adalah gangguan makan atau eating disorder berupa keinginan dan nafsu makan terhadap benda atau zat yang bukan makanan atau benda yang tidak memiliki gizi.

The American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima dalam laman The National Center for Biotechnology mendefinisikan pica sebagai gangguan apabila sudah berlangsung selama 1 bulan. Diagnosis pica pada anak hanya berlaku untuk anak di atas usia 2 tahun.

Hal tersebut dikarenakan kebiasaan memasukkan benda asing ke dalam mulut cenderung dilakukan oleh anak di bawah usia 2 tahun dan bukan termasuk dalam pica, tetapi termasuk dalam perkembangan anak.

Penyebab pica sendiri belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko menderita pica, seperti masalah kesehatan mental, ganguan perkembangan mental (autisme), gangguan saat kehamilan, usai anak, ataupun kondisi lingkungan dan budaya sekitar yang masih kental dengan kepercayaan memakan barang tertentu dapat memberikan khasiat.

Merangkum dari hellosehat, adapun dampak buruk yang ditimbulkan akibat gangguan makan pica pada penderitanya, diantaranya:
1. BAB berdarah.
2. Sering mengalami sakit perut, mual, hingga muntah.
3. Terjadi penyumbatan usus.
4. Keracunan.
5. Mengalami kerusakan pada gigi ataupun organ dalam lainnya.
6. Kekurangan nutrisi.

Bila disekitar Anda ada seseorang yang memiliki kecenderungan gangguan makan pica, sebaiknya perlu segera diperiksa oleh dokter umum atau spesialis untuk memeriksakan kesehatan tubuh orang tersebut. Anda juga bisa membawanya menemui psikiater untuk mendapatkan diagnosa pasti dan perawatan mental. (Gs)

Related posts