Depok,Gpriority-Berdasarkan data satgas Covid-19 Kota Depok, hingga kamis (28/1/2021) jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 bertambah banyak, Satgas mencatat ada 25.929 kasus, atau bertambah 228 kasus dibandingkan kemarin.
Meningginya angka kasus Covid-19 di Depok tentu saja membuat seluruh rumah sakit Depok yang menangani pasien Covid-19 angkat tangan. Pasalnya ruangan isolasi di rs tersebut penuh semua.
“ Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 membuat seluruh tempat tidur isolasi maupun ICU penuh,” ucap Amelia Martina salah seorang dokter di RSUD Depok seperti dikutip Kompas.com pada Kamis (28/1/2021).
Meskipun penuh, Amelia mengaku tidak bisa menolak pasien Covid-19 yang terus berdatangan, mengingat mereka juga membutuhkan penanganan medis.” Tetap diterima dan untuk sementara ditempatkan IGD sampai ada slot kamar kosong untuk mereka,” kata Amelia.
Situasi serupa juga terlihat di RS Universitas Indonesia (UI).Bahkan di RS UI Menurut Manajer Pengembangan Bisnis RS UI,Astrid Saraswaty dikutip dari Kontan.id,Jum’at (29/1/2021) , pasien Covid-19 banyak yang ditempatkan di IGD hingga berhari-hari.” Ini disebabkan penuhnya kamar isolasi dan ICU di RS UI, “ ucapnya.
Bukan hanya UI dan RSUD Depok saja yang kolaps karena meningkatnya pasien Covid-19, 20 RS Swasta yang ditunjuk untuk menangani pasien Covid-19 oleh pemerintah kota Depok pun menuturkan hal yang sama. Bahkan mereka mengaku banyak menolak pasien rujukan yang berasal dari daerah lainnya.
Penambahan kapasitas ruang isolasi di 22 RS di Depok pun telah dilakukan. Namun meningkat pesatnya pasien Covid-19 di Depok dari Desember hingga saat ini membuat kapasitas yang disediakan langsung habis.
Devi juga angkat bicara soal penumpukan pasien di IGD RSUD Kota Depok. Menurut dia, selain karena kapasitas ruang perawatan dan ICU Covid-19 yang makin tipis, para pasien yang datang juga banyak berstatus suspect.
Artinya, mereka dicurigai telah terinfeksi virus SARS-CoV-2 (yang menyebabkan penyakit infeksi pernapasan Covid-19) menilik gejala-gejala yang mereka derita, tetapi tanpa bukti tes PCR positif Covid-19.
“Dia datang ya kami swab (PCR) dulu. Gejalanya Covid-19 saat dia datang, seperti demam, batuk, hilang indra penciuman. Tapi karena dia datang tidak membawa hasil swab, jadi ya kami tumpuk lah di IGD, karena kami mau masukkan ke ruang mana, kami juga bingung,” tutup Devi.(Hs)
