Takut Dimarahi, Menkeu Purbaya Tak Mau Lagi Bicara Ceplas-Ceplos

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu

Jakarta, GPriority.co.id – Terkenal dengan gaya koboinya, kini Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akui lebih berhati-hati di depan publik. Ia menyebut, setelah ada yang mengkritik, ia tak mau lagi bicara ceplas-ceplos.

“Katanya ngomongnya mesti gitu sekarang, enggak boleh ceplas-ceplos. Nanti saya dimarahin. Kira-kira gitu ya,” ujar Menkeu Purbaya sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Senin (3/11).

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya mengakui pentingnya menjaga pernyataan, terutama terkait isu sensitif seperti kenaikan tunjangan kinerja pegawai.

Sebelumnya, Purbaya menanggapi pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang membahas terkait tunjangan pegawai ESDM naik hingga 100 persen. Purbaya menyebut, ia belum mendapat surat resmi mengenai wacana tersebut. Meski anggaran untuk tunjangan sudah ada, namun keputusan final tetap bergantung pada Presiden Prabowo Subianto.

“Anggarannya sudah ada semua, cuma saya belum tahu untuk ESDM seperti apa. Jadi belum sampai, nanti kalau sampai saya akan jelaskan,” ujarnya pada Selasa (28/10).

Di lain sisi, Purbaya menilai gaya komunikasinya yang blak-blakan tersebut sudah sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo guna membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kendati demikian, sejumlah pihak salah satunya analis politik Hasan Nasbi menilai gaya komunikasinya terlalu spontan.

Hasan menekankan, jika gaya komunikasi tersebut terus dipertahankan, dapat berpotensi memicu kesalahpahaman serta menurunkan solidaritas Kabinet Merah Putih.

Menurutnya, publik bisa menilai kinerja nyata pemerintah bukan hanya dari sekadar pernyataan atau gaya bicara yang digunakan para pejabat.

Sebeumnya, Purbaya juga menolak tawaran menjadi kader PAN (Partai Amanat Nasional) dengan mengatakan bahwa dirinya tak berminat terjun ke dunia politik. Purbaya menolak tawaran tersebut saat dimintai konfirmasi pada Rabu (29/10) lalu. Alih-alih masuk politik, dirinya akan tetap fokus pada bidang yang telah dikuasainya pada sektor keuangan.

“Saya nggak tertarik politik. Saya mau kerja aja untuk menteri. Kita lagi berjuang. Saya nggak tertarik partai politik mas. Makasih ya,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.