Jakarta, GPriority.co.id – Banyak orang mengira serangan jantung hanya mengancam mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi.
Padahal, para ahli jantung mengingatkan bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele justru dapat meningkatkan risiko serangan jantung secara perlahan tanpa disadari.
Dalam laporan eksklusif yang dikutip dari WION, sejumlah ahli kardiologi mengungkap bahwa pola hidup modern menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus penyakit kardiovaskular di berbagai negara.
Kebiasaan seperti kurang tidur, terlalu lama duduk, mengabaikan stres, hingga mengonsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan jantung.
Dokter spesialis jantung menjelaskan bahwa salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap tubuh sehat hanya karena tidak merasakan gejala.
Faktanya, kerusakan pembuluh darah dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memicu serangan jantung. Proses tersebut sering kali terjadi secara diam-diam melalui penumpukan plak pada arteri yang tidak menimbulkan tanda peringatan yang jelas.
Kurang tidur juga menjadi faktor yang kerap diremehkan. Para ahli menyebut tidur yang tidak cukup atau tidak teratur dapat mengganggu tekanan darah, meningkatkan peradangan, serta memengaruhi keseimbangan hormon yang berhubungan dengan kesehatan jantung.
Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama akibat pekerjaan atau penggunaan perangkat digital dalam waktu panjang dapat memperburuk sirkulasi darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kebiasaan lain yang mendapat sorotan adalah konsumsi makanan ultra-proses.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa setiap tambahan porsi makanan ultra-proses yang dikonsumsi setiap hari dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular serius, termasuk serangan jantung dan stroke.
Makanan jenis ini umumnya mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang tinggi sehingga dapat memicu berbagai faktor risiko penyakit jantung.
Para kardiolog juga menyoroti bahaya stres kronis yang sering dianggap sebagai bagian normal dari kehidupan modern.
Menurut mereka, stres berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh yang pada akhirnya mempercepat kerusakan sistem kardiovaskular.
Dalam penjelasannya, para ahli menekankan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. Mereka menyarankan masyarakat untuk rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, mengelola stres, tidur cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Langkah-langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup dan pengendalian faktor risiko sangat penting untuk menurunkan angka serangan jantung,” kata ahli jantung Dr. Luke Laffin.
Ia menambahkan, “Menerapkan gaya hidup yang menyehatkan jantung dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung Anda. Upaya itu sangat layak dilakukan.”
Dengan meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia yang semakin muda, para dokter mengingatkan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan saat muncul gejala, melainkan melalui kebiasaan sehat yang diterapkan setiap hari.
