Triwulan I 2026: Investasi Masuk ke Jakarta Tembus Rp78,7 Triliun

Ilustrasi masyarakat sedang berinvestasi/Foto Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Total investasi yang masuk ke Jakarta pada triwulan I tahun 2026 mencapai Rp78,7 triliun. Angka tersebut menjadikan Jakarta berkontribusi sebesar 15,8 persen dari total realisasi investasi nasional.

Data tersebut bersumber dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan capaian ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan kemudahan berusaha serta meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Keunggulan ini memperlihatkan daya saing Jakarta yang konsisten sebagai pusat kegiatan ekonomi dan investasi di Indonesia. Kami terus berkomitmen menghadirkan layanan perizinan yang cepat, transparan, dan terintegrasi untuk mendukung iklim investasi yang kondusif,” kata Heru dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Heru menjelaskan, capaian tersebut ditopang oleh kinerja kuat pada dua komponen utama investasi, yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

PMDN DKI Jakarta tercatat menempati peringkat pertama secara nasional dengan nilai Rp47,9 triliun, atau berkontribusi sebesar 19,2 persen terhadap total PMDN nasional.

Sementara itu, PMA DKI Jakarta berada di peringkat kedua nasional dengan nilai mencapai 1,9 miliar dolar AS, atau setara 12,3 persen dari total PMA nasional.

“Kombinasi kinerja ini mengukuhkan Jakarta sebagai wilayah dengan daya tarik investasi yang sangat kompetitif, baik dari investor domestik maupun asing dan menempatkan Jakarta di atas sejumlah provinsi lain seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah, sekaligus mempertegas peran strategisnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Heru.

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat serta para pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga tren positif investasi.

“Kami akan terus mendorong pemerataan investasi hingga ke tingkat kota dan kelurahan, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta,” pungkas Heru.