Washington, GPriority.co.id – Saat Israel-Lebanon sepakat memberlakukan gencatan senjata selama 10 hari, Presiden AS Donald Trump secara langsung meminta kelompok Hizbullah untuk menjaga perdamaian selama periode krusial tersebut.
Menurut laporan Guardian, kesepakatan gencatan senjata berdurasi 10 hari ini diumumkan setelah meningkatnya eskalasi militer yang menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kehancuran luas di Lebanon.
Gencatan senjata tersebut mulai berlaku di tengah tekanan internasional dan upaya diplomasi intensif yang melibatkan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Trump menekankan pentingnya sikap kooperatif dari semua pihak, terutama Hizbullah. Ia mengatakan bahwa ini adalah momen penting bagi stabilitas kawasan.
“Akan sangat baik jika Hizbullah bisa menjaga perdamaian selama periode penting ini,” tulis Trump dalam pernyataannya baru-baru ini.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata ini masih sangat rapuh. Meskipun kesepakatan telah dicapai antara Israel dan Lebanon, Hizbullah yang didukung Iran, tidak sepenuhnya terlibat dalam proses negosiasi, sehingga perannya tetap menjadi faktor kunci dalam keberhasilan atau kegagalan perjanjian ini.
Sebelum gencatan senjata dimulai, pertempuran antara Israel dan Hizbullah meningkat tajam. Serangan udara dan roket terjadi hampir setiap hari, memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut. Bahkan, lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi akibat konflik ini.
Trump juga menyampaikan optimisme bahwa gencatan senjata ini dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan. Ia menyebut perkembangan ini sebagai sesuatu yang positif, bahkan menulis bahwa “Hal baik sedang terjadi” sebagai tanda harapan terhadap situasi yang membaik.
Namun nyatanya di lapangan, situasi masih jauh dari stabil. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ketegangan tetap tinggi, dan ada kekhawatiran bahwa pihak-pihak tertentu dapat memanfaatkan jeda ini untuk memperkuat posisi militer mereka.
Dari sisi Hizbullah, kelompok tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata harus mencakup penghentian penuh aktivitas militer Israel di wilayah Lebanon. Mereka juga memperingatkan bahwa jika Israel tetap melakukan operasi militer, maka perlawanan akan terus berlanjut.
Kesepakatan ini juga berkaitan dengan dinamika geopolitik yang lebih luas, termasuk negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan lanjutan dengan Teheran sebagai bagian dari upaya mencapai stabilitas regional.
Selain itu, faktor lain seperti keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan dan tuntutan perlucutan senjata Hizbullah juga menjadi tantangan besar dalam mencapai perdamaian jangka panjang.
