Amerika Serikat, GPriority.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan terkait konflik dengan Iran. Ia menyebut bahwa perang yang telah berlangsung selama beberapa minggu itu kini berada di ambang akhir.
“Saya pikir ini hampir berakhir,” ujar Trump dalam wawancara terbaru dengan media AS baru-baru ini. Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi global mengenai kemungkinan berakhirnya konflik yang selama ini mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sebagai pengingat, konflik antara AS dengan Iran sendiri telah berlangsung sekitar tujuh minggu dan menyebabkan gangguan besar, termasuk pada jalur perdagangan global serta harga energi dunia. Kendati demikian, perkembangan terbaru menunjukkan adanya peluang menuju penyelesaian damai.
Trump juga mengisyaratkan bahwa pembicaraan damai kemungkinan akan segera dimulai kembali dalam waktu dekat. Ia menyebut Iran tampaknya ingin mencapai kesepakatan, terutama setelah tekanan ekonomi dan militer yang cukup besar dari pihak AS. “
“Saya pikir mereka benar-benar ingin membuat kesepakatan bersama,” ujarnya dalam wawancara lain.
Selama konflik berlangsung, AS menerapkan berbagai strategi untuk menekan Iran, termasuk blokade laut di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Langkah ini dinilai berhasil mempersempit ruang gerak ekonomi Iran, meskipun tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas pelayaran.
Trump bahkan mengklaim bahwa dampak serangan militer AS sangat besar terhadap infrastruktur Iran. Ia menyebut bahwa jika AS menarik diri sekarang, Iran membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih sepenuhnya. Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa posisi Iran saat ini berada dalam tekanan berat.
Namun demikian, situasi di lapangan masih tergolong rapuh. Gencatan senjata yang sedang berlangsung memiliki batas waktu dan dapat berakhir jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan konkret.
Optimisme terhadap berakhirnya perang juga mulai tercermin di pasar global. Investor menunjukkan sentimen positif terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai, yang berpotensi menstabilkan harga minyak dan ekonomi dunia.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa situasi masih sangat dinamis. Iran masih memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan, termasuk ancaman terhadap jalur perdagangan strategis. Hal ini membuat proses menuju perdamaian tetap penuh tantangan.
Di sisi lain, upaya diplomatik terus dilakukan dengan melibatkan mediator internasional. Pakistan disebut menjadi salah satu pihak yang berperan dalam menjembatani komunikasi antara kedua negara.
Pernyataan Trump bahwa perang “hampir berakhir” menuai beragam reaksi. Sebagian pihak melihatnya sebagai sinyal positif menuju deeskalasi, sementara yang lain menilai pernyataan tersebut terlalu optimistis mengingat kondisi di lapangan yang masih belum stabil.
