UB Bentuk Satgas Penyebaran Covid-19

Jakarta,Gpriority-Untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Universitas Brawijaya (UB). Manajemen UB melaksanakan aktivitas perkuliahaan secara daring.

Keputusan itu tertuang dalam surat edaran nomor 2844/UN10/TU/2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus disease (Covid-19) di lingkungan Universitas Brawijaya.

Tidak hanya itu sebagai upaya mengurangi penularan Covid-19, Universitas Brawijaya telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Satuan tugas yang terdiri dari para dosen Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit serta Klinik Universitas Brawijaya, dan didampingi oleh tim dari berbagai laboratorium seperti Laboratorium Sentral Ilmu Hayati, Fakultas Pertanian dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik serta Badan Usaha Akademik di Universitas Brawijaya telah menjalankan berbagai protokol kewaspadaan, seperti kampanye pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kualitas kebersihan lingkungan, sosialisasi epidemiologi kepada masyarakat umum dan berbagai tindakan lain.

Untuk upaya pendeteksi dini, UB seperti dijelaskan Plt. Kabiro Umum dan Kepegawaian, Drs. Rujitaelah telah menerapkan screening atau penapisan yang ditujukan kepada dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa, serta menyediakan nomor hotline yang bisa diakses oleh sivitas 24 jam non stop. Penapisan ini akan dilakukan dengan mengisi kuesioner secara daring setiap dua minggu sekali selama 3 kali untuk untuk mengidentifikasi resiko sivitas UB yang memiliki resiko terpapar Covid-19. Pada hasil penapisan pertama, tercatat responden sebanyak 4.748 orang dosen dan tenaga kependidikan, serta 37.264 orang mahasiswa.

Dari angka ini, sebanyak 0.63 persen dosen dan tendik dan 0.18 persen mahasiswa telah melaporkan kontak sesuai kriteria kasus. 4.8 persen dosen dan tendik serta 4.4 persen mahasiswa responden memilki kemungkinan resiko. Angka ini di dominasi oleh sivitas yang sedang bertugas di rumah sakit.

“Semua responden yang melaporkan memiliki resiko, dilakukan observasi 14 hari dan dinyatakan aman serta tidak menujukkan gejala, “ujar dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F selaku Humas Satgas Pencgahan Covid-19 UB.

Survey ini akan dilakukan kembali dalam waktu dekat untuk melihat apakah ada perubahan jumlah, baik orang dalam resiko maupun orang dalam pantauan

Universitas Brawijaya (UB) juga telah memproduksi hand sanitizer dan desinfektan untuk kebutuhan internal kampus dengan kolaborasi antar fakultas untuk pembuatannya.

Tercatat hingga 24 Maret, UB telah memproduksi sekitar 737,86 liter hand sanitizer, 1.810 liter cairan desinfektan meja dan 3.670 liter cairan desinfektan lantai yang telah disebar di beberapa titik, baik di dalam kampus maupun di luar kampus seperti Lembaga Permasyarakatan, pondok pesantren, rumah ibadah, hingga dibagikan kepada mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis di RS. Dr. Saiful Anwar, Malang.

Untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebersihan UB menambahkan fasilitas cuci tangan di beberapa titik yang bertujuan untuk membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun agar bisa membunuh kuman .(Hs)

Related posts