Venezuela Disebut Akan Merdeka dengan Dukungan Donald Trump

Pemimpin oposisi Maria Corina Machado bersama Presiden AS Donald Trump/Foto : Dok. Reuters Pemimpin oposisi Maria Corina Machado bersama Presiden AS Donald Trump/Foto : Dok. Reuters

Venezuela, GPriority.co.id – Pemimpin oposisi Maria Corina Machado, pada Jumat (16/1) kemarin mengatakan bahwa Venezuela akan merdeka dengan dukungan dari Washington dan Presiden AS Donald Trump.

“Saya ingin meyakinkan rakyat Venezuela bahwa Venezuela akan merdeka, dan itu akan tercapai dengan dukungan rakyat Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump,” ujarnya sebagaimana dikutip dari WIO News.

Sebelumnya, Trump memerintahkan penggerebekan untuk menangkap pemimpin otoriter negara tersebut, Nicolas Maduro.

Machado juga mengatakan bahwa Venezuela telah memulai transisi sejati menuju demokrasi. Ia menyebut, saat ini negara tersebut tengah dalam tahap awal perubahan demokrasi, sebuah pergeseran yang menurutnya akan sangat memengaruhi warga Venezuela dan memiliki konsekuensi yang luas bagi kawasan dan dunia.

“Hasil dari transisi yang stabil akan berupa Venezuela yang bangga dan akan menjadi sekutu terbaik yang pernah dimiliki AS di Amerika,” katanya.

Sebelumnya, Machado menyebut jika ia masih berkomitmen untuk mencalonkan diri sebagai presiden, meskipun Washington telah melanjutkan proses tanpa dirinya setelah penggulingan Nicolas Maduro.

Dalam sebuah wawancara di Fox & Friends setelah pertemuan di ibu kota AS, Machado mengatakan bahwa ia percaya kesempatannya belum hilang, dengan alasan bahwa ia masih memiliki mandat populer untuk memimpin Venezuela dan akan menjadi presiden wanita pertama negara itu.

Pernyataan-pernyataan tersebut menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Delcy Rodríguez, mantan wakil presiden Maduro, sebagai pemimpin sementara setelah operasi militer AS pada 3 Januari yang menyebabkan penangkapan Maduro.

Trump mengatakan Machado tidak memiliki cukup dukungan di dalam Venezuela dan malah mendukung Rodríguez, dengan menunjuk pada kerja sama terkait akses AS ke minyak Venezuela.

Gerakan Machado terus mengklaim bahwa pemilihan 2024 dicurangi oleh Maduro, sebuah pernyataan yang didukung oleh Amerika Serikat dan beberapa sekutu internasional.