Volvo Gandeng Komunitas Bangun Elektrifikasi Berbasis Warisan

Sesi kolaboratif bersama Volvo Club of Indonesia (VCOI) di ajang GIIAS 2025. Foto: Volvo Car Indonesia Sesi kolaboratif bersama Volvo Club of Indonesia (VCOI) di ajang GIIAS 2025. Foto: Volvo Car Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Di tengah geliat industri otomotif menuju masa depan elektrifikasi, Volvo Car Indonesia menunjukkan pendekatan berbeda. Dalam sesi kolaboratif bersama Volvo Club of Indonesia (VCOI) di ajang GIIAS 2025, Volvo menegaskan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak boleh meninggalkan akar historis dan kepercayaan komunitas yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Diskusi ini tidak hanya menampilkan inovasi teknis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana warisan merek terus hidup melalui pengguna dan komunitasnya. Volvo menempatkan elektrifikasi sebagai proses yang inklusif, emosional, dan berkelanjutan, bukan semata agenda teknologi.

“Elektrifikasi bermakna harus berangkat dari nilai. Kita tidak hanya bicara efisiensi, tapi juga tentang melayani manusia dengan tanggung jawab dan koneksi emosional,” jelas Haryanto Djayaputra, General Manager Sales & Operation Volvo Car Indonesia.

Sementara itu, Pendiri Garasi Volvo, Evan Jeremy Kurniawan membawa narasi kuat tentang hubungan personal dengan brand. Alumni magang Volvo Cars USA ini membangun bengkel komunitas berbasis nilai-nilai klasik Volvo: keselamatan, keberlanjutan, dan ketahanan.

“Volvo bukan sekadar mobil, ia adalah filosofi hidup,” kata Evan.

Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali mobil klasik dengan semangat masa depan, di mana elektrifikasi bisa berdampingan dengan warisan.

Volvo tidak asing dengan terobosan. Dari sabuk pengaman tiga titik tahun 1959 hingga City Safety dan Pilot Assist saat ini, inovasi selalu hadir dengan tujuan melindungi manusia. Teknologi seperti LAMBDA Sond bahkan memungkinkan mobil-mobil klasik Volvo tetap lolos uji emisi di Indonesi menunjukkan bahwa desain berkelanjutan sudah tertanam sejak awal.

Hal ini menegaskan posisi Volvo sebagai merek otomotif yang memikirkan keberlanjutan secara menyeluruh, bukan hanya mengikuti tren.Dalam sesi terpisah, Koji Horii, Chief Strategy Officer Volvo Car Indonesia, mengungkap bahwa keberhasilan Volvo tak bisa dilepaskan dari dukungan komunitas setianya.

“Kami menyadari pentingnya regenerasi. Tapi kami juga tahu, kekuatan Volvo terletak pada warisan nilai yang tidak berubah,” ungkap Koji.

Melalui pendekatan ini, Volvo membuktikan bahwa menjadi modern tak harus melupakan sejarah. Dengan komunitas sebagai mitra strategis, Volvo membangun transisi elektrifikasi yang menyentuh sisi manusia dan menghormati perjalanan panjangnya.

Sesi ini menggarisbawahi filosofi Volvo bahwa masa depan mobilitas tidak hanya ditentukan oleh baterai dan teknologi, tapi juga oleh kepercayaan, nilai kemanusiaan, dan komunitas.

Volvo bukan hanya membuat mobil listrik—mereka membangun ekosistem mobilitas yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, dan hubungan jangka panjang.