Wajib Tahu, ini Bedanya Varian Delta dan Kappa


Selain varian delta, ada virus corona varian baru yang masuk di Indonesia namanya varian Kappa.

Sama seperti delta, Kappa yang merupakan mutasi dari Corona lahir di India. Meskipun sama-sama lahir di India, ternyata menurut SBS news, dua virus mutasi corona ini memiliki perbedaan. Berikut perbedaannya:

1. Varian Delta lebih cepat menular.
Menurut Catherine Bennett, Ketua Epidemiologi Deakin University, varian delta lebih cepat menular hingga 90% dibandingkan varian kappa. Jadi tidak mengherankan kalau varian delta lebih banyak menjangkiti masyarakat dibandingkan kappa

2.Varian Delta mempunyai reproduksi 6,0.
Menurut penelitian dari Public Health England memperkirakan, Delta mempunyai nilai reproduksi 6,0. Artinya, setiap satu orang terinfeksi Delta, enam orang lainnya akan tertular, sementara Kappa meskipun cepat menular tetapi nilai reproduksinya hanya 4,0. Berbekal alasan itulah varian delta dinilai lebih cepat menular dibanding kappa.

3. Varian kappa lebih mengurangi kemanjuran vaksin dibandingkan delta.
Menurut Public Health England, meskipun memiliki tingkat penularan dan reproduksi dibawah delta, Kappa dinilai lebih mematikan dibandingkan delta. Hal ini bisa terjadi dikarenakan varian ini bisa membuat vaksinasi Covid-19 menjadi tidak berarti. Akibat tidak berartinya vaksinasi membuat kerusakan yang dibuat oleh Kappa menjadi lebih berbahaya dibandingkan delta sehingga tingkat kematian menjadi lebih cepat.

4. Ada perbedaan di gejala umum.
Meski sama-sama berasal dari mutasi Corona, ternyata gejala yang dimiliki oleh ke-2 nya berbeda.Menurut Public Health England, untuk varian delta, gejalanya,demam,pilek,sakit kepala dan sakit tenggorokan.

Sedangkan varian Kappa gejalanya adalah Ruam di sekujur tubuh disertai demam tinggi,batuk,pilek,mata merah dan berair.

5.Jika varian Covid-19 lainnya sebelumnya menginfeksi orang lain di rumah atau tempat kerja yang sama, varian Kappa memiliki kemampuan “penularan dari orang asing ke orang asing”.

6.Varian Kappa juga dilaporkan memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan (spike protein) yang bisa menjadi faktor yang menyebabkan penyebaran virus.(Hs)

 

Related posts