Waspada, Penyakit Ain Tidak Terlihat tapi Berbahaya

Penyakit ‘ain adalah penyakit yang bukan dari kalangan medis, melainkan gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata disertai perasaan iri, dengki, bahkan kagum.

Penyakit ‘ain dapat menimpa seseorang dari orang lain yang memiliki kecemburuan kepadanya, dan menimbulkan pandangan mata yang negatif dan bisa membahayakan orang tersebut.

Ditegaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya:
“Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).

Dilansir dari laman NU Online, penyakit ‘ain ada dua macam, yang pertaman yaitu pandangan dari orang yang memiliki tabiat buruk yang dalam hatinya terdapat rasa hasud, dengki, dan ingin mencelakai terhadap orang yang dipandangnya. Kedua, pandangan kekaguman atau ketakjuban dari orang yang tidak merasa dengki, tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dengan berdzikir pada Allah.

Adanya ‘ain juga secara tersirat disebutkan dalam firman Allah SWT, Q.S. Al-Qalam ayat 51 yang berbunyi:
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila.”

Efek dari terkena pandangan ‘ain bermacam-macam, ada yang bisa membuat orang yang dipandang langsung sakit, celaka, atau bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Seperti kejadian di zaman Rasulullah, yaitu ketika sahabat Amir bin Rabiah mandi bersama Sahabat Sahl bin Hanif. Amir bin Rabiah terkagum-kagum saat melihat badan Sahl bin Hanif yang putih dan bersih, seketika itu Sahl bin Hanif pingsan, para sahabat yang lain akhirnya memanggil Rasulullah SAW. Kemudian Sahl bin Hanif langsung di ruqyah oleh Rasulullah SAW.

Setelah meruqyah, beliau bersabda:
“Ketika salah satu di antara kalian kagum saat melihat dirinya sendiri, barang miliknya atau saat melihat saudaranya, maka doakanlah dia dengan keberkahan, karena ‘ain itu nyata” (HR Nasa’i dan Hakim).

Rasulullah SAW pun menjadikan ‘ain sebagai sesuatu yang dianggap berbahaya dan patut untuk diwaspadai. Beliau juga selalu berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT atas penyakit ‘ain seperti dalam doa berikut:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua Setan, Binatang yang beracun dan ‘Ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).
Membaca doa di atas merupakan salah satu ikhtiar yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit ‘ain.

Pandangan berkekuatan ‘ain tidak secara pasti ada pada setiap orang yang memandang orang lain dengan rasa kagum atau rasa dengki. Sebab ‘ain hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dengan adanya kriteria-kriteria tertentu, seperti bawaan dari lahir atau diupayakan dengan melakukan berbagai macam ritual-ritual tertentu.

Karena kita tidak tahu pasti siapa orang yang memiliki pandangan ‘ain, maka mulai dari sekarang jika melihat hal yang membuat kagum atau takjub ingatlah kepada Allah SWT dengan berdzikir dan doakanlah orang tersebut dalam keberkahan. Tidak lupa juga meminta dan memohon perlindungan dari Allah SWT. (Dwi, dok. Istimewa)

Related posts