Yohana Hindom: Siap Ciptakan Perubahan Fakfak Yang Lebih Baik

Setelah melalui proses pesta demokrasi—Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Fakfak—melalui jalur independen yang tidak mudah dan panjang, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Fakfak, Yohana Hindom akhirnya resmi ditetapkan menjadi Wakil Bupati Kabupaten Fakfak, Papua Barat periode 2020-2025. Pasangan Untung Tamsil, S.Sos, M.Si,  dan Yohana Dina Hindom, S.E, M.M ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Fakfak terpilih dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020. Penetapan kemenangan tersebut diputuskan melalui Rapat Pleno KPU Fakfak pada Minggu (21/2/2021).

Sebelum menjadi wakil bupati, perempuan kelahiran Fakfak, 6 Desember 1963 tersebut pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, BAPPEDA Kab Fakfak (1992-2001) dan Kepala Sub Bagian Umum BAPPEDA Kab Fakfak (2001-2006).

Selanjutnya, Wakil Bupati Kabupaten Fakfak yang pernah meraih penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI pada 2019 lalu ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sosial Budaya, BAPPEDA Kab Fakfak (2006-2007), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab Fakfak (2007-2011), Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM (2011-2017), dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM (2011-2020).

Berangkat dari pengalaman mengikuti pelatihan/pendidikan dan pengalaman kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan berbagai posisi/jabatan serta pengalaman berkeliling melihat situasi serta kondisi masyarakat di daerahnya dengan mata telanjang itulah kemudian Yohana terdorong dan berkeinginan untuk memperbaiki kultur kehidupan masyarakat, terutama kaum perempuan, khususnya mama-mama OAP.

Sebab, Yohana berpikir, berbicara kesetaraan gender saat ini, perempuan (mama-mama) harusnya bisa bersaing di ranah publik. Dengan kata lain, seorang perempuan dapat tampil dan memperjuangkan hak-haknya termasuk didalamnya memperjuangkan hak-hak dan perlindungan perempuan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.

Sebagai Wakil Bupati Fakfak terpilih, Yohana berkomitmen untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memberi peran pada perempuan, khususnya kaum ibu. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, tugas melahirkan, mengasuh dan membesarkan generasi penerus lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan. Komitmen lainnya, mutu dan pemerataan pelayanan pendidikan, kesehatan, produktivitas dalam peningkatan daya saing.

Sudah barang tentu, pilihan menjadi bupati dan wakil bupati, bukanlah semata-mata untuk gagah-gagahan, melainkan ada mimpi dan harapan yang dituangkan dalam kerja-kerja konkret serta kerja keras untuk membuat Kabupaten Fakfak menjadi kabupaten yang lebih baik, yakni kabupaten yang terdepan, sejahtera, nyaman, unggul dan mandiri (TERSENYUM).

Selanjutnya, kata TERSENYUM tersebut bisa diartikan secara sederhana, yakni sebagai sikap ramah, menebarkan kesejukan, perdamaian dan kebahagiaan. Selain itu, kata TERSENYUM juga memiliki makna yang mendalam dan luas, yakni membuat program serta kebijakan-kebijakan yang bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan, kemajuan dan kesejateraan masyarakatnya.

Tentu, untuk membuat Fakfak menjadi kabupaten yang lebih baik, maju dan sejahtera dibutuhkan semangat, kerja keras, kerja sama dari semua stakeholder juga masyarakat. Bersama Bupati Fakfak terpilih Untung Tamsil, selama lima tahun kedepan, istri dari Yacob Hindom dan ibu dari lima orang anak ini juga akan bekerja keras dan bekerja sama mengejahwantahkan mimpi itu melalui visi-misi selama lima tahun kedepan; meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui perbaikan ekonomi.

Selain itu, meningkatkan kualitas pendidikan agar memenuhi kompetensi dan berdaya saing.Selanjutnya, visi tersebut dijabarkan kedalam peningkatan kualitas SDM melalui upaya peningkatan pendidikan, kualitas kesehatan dan peningkatan produktivitas masyarakat. Kemudian, melakukan pengembangan struktur perekonomian daerah Fakfak yang tangguh untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan ekonomi masyarakat Fakfak, agar memiliki kemandirian, kemampuan dan daya saing dalam menghadapi persaingan antara daerah serta dalam rangka pengentasan kemiskinan terutama mengantisipasi dampak sosial kemasyarakatan sebagai akibat pandemi Covid-19.

Selanjutnya melakukan pemantapan dan penataan kinerja birokrasi pemerintah Daerah termasuk didalamnya pengelolaan aspek politik, hukum dan HAM. Selain itu, melakukan peningkatan implementasi pembangunan Fakfak berkelanjutan, terutama berkaitan dengan isu daya dukung lingkungan, jumlah dan persebaran penduduk serta mitigasi bencana alam maupun bencana non alam termasuk pengendalian penyebaran wabah Penyakit. Kemudian, melakukan peningkatan kualitas kehidupan sosial yang berlandaskan agama dan budaya daerah.

Terakhir, meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Fakfak yang berkeadilan yang bertumpu pada penguatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan dibidang pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, peternakan, pariwisata, industri dan perdagangan. Sebab, Untung dan Yohana hadir untuk melayani bukan untuk dilayani. Tidak hanya itu, Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom juga ingin menunjukkan bahwa merekaberpihak pada rakyat (Kami dari, oleh, dan untuk Rakyat). *** AB

 

Related posts