Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumukan susunan menteri pada kabinet Merah Putih, Minggu (20/10). Ada 5 menteri latar belakang militer dan kepolisian di kabinet Prabowo-Gibran. Inilah sosok mereka.
1. Agus Andrianto – Perwira Tinggi Polri (Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan)
Agus merupakan perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri). Namanya sempat terdengar ketika menangani kasus Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.

Lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1967, Agus merupakan lulusan Akademi Polisi pada tahun 1989. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan lulus pada tahun 1995. Terakhir, ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Seskim Lemdiklat Polri dan selesai pada tahun 2012.
Dengan jabatan terakhir sebagai Wakapolri pada tahun 2023, Agus mendapatkan beragam penghargaan diantaranya Satya Lencana Pengabdian, Satya Lencana Bhayangkara Nararya, dan Bintang Yudha Dharma Pratama.
2. Tito Karnavian – Purnawirawan Polisi (Menteri Dalam Negeri)
Tito Karnavian kembali ditunjuk sebagai Mendagri, usai sebelumnya menjabat di Kabinet Jokowi.
Tito lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 26 Oktober 1964. Dirinya pun memiliki perjalanan karier yang luar biasa di kepolisian Indonesia.

Beberapa kasus besar yang pernah ditangani oleh Tito Karnavian, diantaranya penangkapan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto atas kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiudin Kartasasmita (2001), Bom Bursa Efek Jakarta (2001), Bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott (2009), hingga Bom Sarinah Thamrin (2016).
Usai pensiun dari Polri, Tito Karnavian dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.
3. Budi Gunawan – Purnawirawan Polisi (Menko Polhukam)
Jenderal Polisi (Purn) Prof Dr Budi Gunawan, SH, M Si lahir pada 11 Desember 1959 di Surakarta, Jawa Tengah.
Karier Budi Gunawan melesat usai menjadi Ajudan Presiden seiring naiknya Megawati Soekarnoputri dari Wakil Presiden menjadi Presiden RI (2000–2024).

Budi Gunawan sempat tercatat sebagai jenderal termuda di Polri saat dipromosikan dari Kombes naik pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen) dengan jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier (Karo Binkar) Mabes Polri (2004–2006).
Pada 9 September 2016, Budi diangkat Jokowi sebagai Kepala BIN. Pangkatnya juga dinaikkan dari Komjen menjadi Jenderal Polisi.
4. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara – Purnawirawan TNI-AD (Menteri Transmigrasi)
Dilansir dari Antara, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara lahir di Pandeglang, Banten pada 10 Maret 1977, memiliki latar belakang militer yang kuat. Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999 dan penerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa dari Presiden RI.
Pengalaman Iftitah di militer tidak hanya sebatas pendidikan. Ia pernah bertugas dalam berbagai misi, termasuk sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon pada tahun 2006, serta menjadi instruktur internasional pertama TNI di Australia, di mana ia melatih puluhan perwira.

Setelah bertugas selama lebih dari dua dekade, Iftitah akhirnya pensiun dari dinas militer dan beralih ke dunia bisnis, mengembangkan perusahaan di sektor investasi, energi, dan lainnya.
Pada Pilpres 2024, Iftitah sempat bergabung dalam Tim 8 Koalisi Perubahan yang bertujuan memenangkan Anies Baswedan. Namun, setelah koalisi ini pecah, Partai Demokrat kemudian bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
5. Sjafrie Sjamsoeddin – Purnawirawan TNI-AD (Menteri Pertahanan)
Lahir di Makassar, 30 Oktober 1952, Sjafrie Sjamsoeddin selama ini dikenal sebagai orang kepercayaan Prabowo dan kerap mendampingi Presiden RI itu selama masa kampanye Pilpres 2024 dan selama Prabowo menjabat sebagai menteri pertahanan dalam periode kedua pemerintahan Joko Widodo.
Dilansir dari Antara, Sjafrie yang pensiun sebagai perwira tinggi bintang tiga TNI Angkatan Darat, saat itu mendampingi Prabowo sebagai asisten menhan bidang manajemen pertahanan.

Sosok Sjafrie juga bukan orang yang asing di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Semasa dia aktif berstatus sebagai perwira tinggi TNI, Sjafrie pernah menjabat sebagai wakil menteri pertahanan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010–2014, kemudian dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhan RI pada 2005–2010, dan pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI.
Foto : Sekretariat Presiden RI
