7 Mitos Tentang Gangguan Kesehatan Mental, Apa Faktanya?

Jakarta,GPriority.co.id – Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada seseorang harus diatasi secara serius, karena memiliki dampak yang berkelanjutan hingga masa tua.

Beberapa orang memiliki stigma tertentu tentang gangguan kesehatan mental. Melansir dari laman resmi UNICEF, berikut tujuh mios yang sering didengar tentang kesehatan mental:

1. Mitos: “Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.”

Faktanya tidak. Semua penyakit yang berdampak kepada seseorang baik fisik maupun mental tidak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan, kelas sosial, atau pendapatan.

2. Mitos: “Kesehatan mental hanya perlu diperhatikan oleh orang yang mengalami gangguan kesehatan mental.”

Faktanya. Siapapun yang aktif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental dapat memberikan manfaat tertentu. Sama seperti menjalani gaya hidup sehat demi kesehatan.

3. Mitos: “Kesehatan mental bukan isu penting bagi remaja.”

Faktanya. Suasana hati remaja mudah berubah yang menandakan mereka memiliki permasalahan kesehatan mental. Separuh dari seluruh kasus gangguan kesehatan mental mulai terjadi pada saat remaja berusia 14 tahun.

4. Mitos: “Tidak ada yang bisa dilakukan untuk melindungi seseorang agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental.”

Faktanya. Seseorang dapat memberikan support system kepada orang lain untuk mencegah dan melindunginya dari gangguan kesehatan mental.

5. Mitos: “Gangguan kesehatan mental adalah tanda pribadi yang lemah, karena orang yang kuat tidak akan mengalaminya.”

Faktanya. Gangguan kesehatan mental tidak ada hubungannya dengan lemahnya kepribadian atau kurangnya kegigihan. Kondisi ini bukanlah suatu pilihan untuk dimiliki atau tidak dimiliki.

6. Mitos: “Remaja yang berprestasi dan punya banyak teman tidak akan mengalami gangguan kesehatan mental.”

Faktanya. Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dialami banyak orang dan disebabkan oleh berbagai faktor sosial, psikologis, dan biologis. Depresi dapat dialami siapa saja, lepas dari status sosial-ekonomi.

7. Mitos: “Gangguan kesehatan mental pada remaja disebabkan oleh buruknya pola asuh orang tua.”

Faktanya. Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada seseorang terjadi karena beberapa faktor, seperti ekonomi, pengangguran, trauma kekerasan, migrasi, dan keadaan serta insiden negatif. (Hn.)